Pedagang Bendera di Jalan TVRI, Nunukan Merasakan Sepinya Pembeli
- 13 Agt 2026 12:32 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID Nunukan: Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia biasanya menjadi berkah bagi para pedagang musiman atribut Merah Putih. Tahun ini berbeda yang dirasakan oleh Pak Ceceng, pedagang bendera musiman yang menggelar lapak di Jalan TVRI, Nunukan.
Sudah 10 hari Pak Ceceng membuka lapaknya sebagai pekerjaan sampingan dengan mendatangkan langsung seluruh atribut kemerdekaan dari Garut, Jawa Barat. tahun ini jauh merosot jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Ia bahkan menggambarkan situasi pasar saat ini dengan nada pasrah.
"Kalau dulu-dulu enak kan, tapi sekarang malehoyyy (lesu) hehehe," ujar Pak Ceceng saat ditemui di lapaknya, Rabu (12/08/2026).
Ia mengenang, tahun lalu bahkan sebelum bulan Agustus tiba, pesanan dan pembeli sudah mulai berdatangan mencari atribut kemerdekaan. Namun kini, mendekati hari-H, penjualan justru terasa sangat lambat. Dalam sehari, ia mengaku terkadang hanya mampu menjual empat hingga lima lembar bendera saja.
Sepinya pembeli berdampak langsung pada kebutuhan sehari-hari, hasil dari berjualan bendera saat ini sama sekali tidak mencukupi untuk menghidupi keluarga. Bahkan, untuk menanggung kebutuhan hidup sendiri di perantauan merasa sangat sulit.
"Untuk menghidupi keluarga dari jualan bendera? Tidak bisa, Pak. Ini untuk biaya hidup sendiri aja sudah Alhamdulillah, hampir-hampiranlah celepot celengit (pas-pasan dengan susah payah)," ungkapnya.
Pembeli yang datang umumnya dari warga lokal Nunukan yang melintas. Tidak ada pesanan khusus atau borongan dari wilayah kecamatan lain seperti Sebatik maupun Sebuku seperti tahun-tahun sebelumnya.
Ketika disinggung mengapa tidak memproduksi bendera secara mandiri di Nunukan guna menekan harga, Pak Ceceng menjelaskan bahwa biaya produksi lokal justru jauh lebih tinggi. Harga bahan kain yang mahal ditambah ongkos jahit serta biaya pengiriman membuat barang yang diproduksi langsung dari sentra konveksi di Garut, Jawa Barat, jauh lebih ekonomis bagi konsumen di perbatasan.
Adapun ragam atribut yang ia jajakan memiliki variasi harga tersendiri, di antaranya:
• Ukuran Kecil (50 cm x 30 cm): Rp35.000
• Ukuran Paling Laris (90 cm x 60 cm): Rp50.000
• Ukuran 2 Meter: Rp125.000
• Bendera Background (Panjang): Bervariasi
Di tengah omzet yang jauh dari harapan, Pak Ceceng tetap menunjukkan semangat melayani. Ia memastikan bahwa stok bendera di lapaknya masih sangat melimpah dan siap melayani pembeli, baik secara eceran maupun yang ingin memborong dalam jumlah banyak. MM
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....