Disbudporapar Akui Lapangan Sepak Bola Milik Daerah Masih Minim
- 04 Jul 2026 07:04 WIB
- Nunukan
Poin Utama
- Disbudporapar mengakui fasilitas lapangan sepak bola milik pemerintah di Nunukan masih terbatas.
- Lapangan berbayar dikelola swasta sehingga pemerintah tidak berwenang melarang pungutan.
- Pemerintah berencana menambah fasilitas olahraga, namun terkendala efisiensi anggaran dan mengajak masyarakat menjaga fasilitas yang ada.
RRI.CO.ID, Nunukan - Fasilitas lapangan sepak bola milik pemerintah di Nunukan masih terbatas. Kondisi itu disampaikan menanggapi keluhan masyarakat terkait sarana olahraga.
Pemerintah daerah hanya memiliki satu stadion yang berada di bawah pengelolaan pemerintah daerah. Lapangan lainnya dikelola pemerintah desa maupun pihak swasta. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga serta Pariwisata Kabupaten Nunukan, H. Surai, Sabtu (04/07/2026).
"Terkait dengan berbagai keluhan masyarakat dengan fasilitas terutama khususnya lapangan sepakbola memang yang kita miliki yang di bawah naungan pemerintah adalah satu stadion yang di bawah pemerintah daerah Nunukan artinya di bawah KONI, KONI di bawah daripada disebut beberapa kemudian yang kedua adalah desa langsung ditangani oleh pemerintah desa artinya masih ada hubungan dengan pemerintah daerah," katanya.
Lapangan yang menerapkan tarif penggunaan seluruhnya merupakan milik swasta. Pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan mengatur pungutan tersebut.
"Dengan yang terbuka dan berbayar itu adalah dikelola semua oleh swasta jadi tidak ada kewenangan kita untuk melarang adanya pungutan atau iuran tentu itu untuk pemeliharaan dan perawatan bagi swasta yang mengelola," ujarnya.
Pemerintah berupaya mengusulkan penambahan fasilitas olahraga pada tahun-tahun mendatang. Namun, rencana tersebut menyesuaikan kondisi keuangan daerah yang sedang mengalami efisiensi anggaran.
"Sebagai pemerintah mungkin mewakili khususnya di bidang olahraga kami pada tahun-tahun berikutnya juga akan berusahalah menyampaikan kepada pimpinan dalam hal ini Pak Bupati, Pak Sekda bagaimana nanti fasilitas itu yang ada kita akan tambah."
Efisiensi anggaran dari pemerintah pusat menjadi salah satu tantangan pembangunan fasilitas olahraga baru. Pemerintah juga mengajak masyarakat menjaga aset olahraga milik daerah.
"Tapi perlu juga kita ketahui sekarang anggaran daerah itu sekarang adalah ada efisiensi dari pemerintah pusat untuk itu harapan kami mari yang ada ini kita rawat bersama-sama kita jaga bersama-sama yang punya milik pemerintah," katanya.
Di sisi lain, Surai mengapresiasi kontribusi pihak swasta yang membangun dan mengelola fasilitas olahraga secara mandiri. Keberadaan lapangan milik swasta dinilai membantu menyediakan ruang latihan bagi generasi muda di Kabupaten Nunukan.
"Dan kita juga perlu berterima kasih kepada swasta kenapa swasta itu murni mereka punya modal sendiri tanpa ada sentuhan dari pemerintah tapi mereka bisa melaksanakan memberi kesempatan kepada anak-anak kita generasi kita bisa berlatih di sana," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....