HUT ke-80 Polri, Kapolres Nunukan Minta Personel Siap hadapi Tantangan

  • 01 Jul 2026 14:12 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan – Kapolres Nunukan, AKBP Bonifasius Rumbewas, meminta seluruh personel Polri meningkatkan profesionalisme dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan, khususnya di wilayah perbatasan, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Bhayangkara", ucapnya, Rabu (1/7/2026).

Menurut Bonifasius, usia Polri yang memasuki 80 tahun mencerminkan kematangan sebuah institusi yang telah melalui berbagai dinamika dan tantangan dalam perjalanan bangsa. Selama itu, Polri tidak hanya menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berperan dalam menghadapi krisis, bencana, konflik sosial, hingga mendukung pembangunan nasional.

"Oleh karena itu, setiap generasi Bhayangkara memiliki tanggung jawab untuk mewariskan institusi yang lebih kuat, lebih profesional, dan lebih dipercaya dibandingkan generasi sebelumnya. Tema Hari Bhayangkara tahun ini adalah Polri untuk Masyarakat. Makna tema ini menuntut perubahan pola pikir dan pola tindak setiap personel," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kewenangan yang dimiliki anggota Polri bukanlah sebuah hak istimewa, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

"Kewenangan adalah amanah, jabatan bukan sekadar kehormatan, tetapi tanggung jawab. Seragam yang dikenakan bukan hanya identitas, melainkan simbol kepercayaan negara dan harapan masyarakat. Karena itu setiap keputusan yang diambil harus berpijak pada hukum, etika, dan hati nurani," katanya.

Bonifasius juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi informasi, kecerdasan buatan, kejahatan siber, peredaran narkotika, perdagangan orang, serta berbagai kejahatan lintas negara menuntut Polri untuk terus meningkatkan kompetensi dan kemampuan.

Menurutnya, tidak ada lagi ruang bagi personel yang bekerja dengan pola lama. Setiap anggota harus menjadi pembelajar sepanjang hayat, terus berinovasi, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Sebagai wilayah perbatasan, lanjutnya, Kabupaten Nunukan memiliki tantangan tersendiri dalam menjaga pintu gerbang negara. Ancaman penyelundupan narkotika, perdagangan orang, kejahatan lintas batas, hingga gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah terpencil memerlukan kesiapan personel yang lebih baik.

"Semua tantangan itu menuntut kita untuk bekerja lebih cepat, lebih cerdas, dan lebih solid dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.(DR)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....