Keluarga Belum Ditemukan, Lima Eks Pmi Terlantar Masih Dirawat Dinas Sosial

  • 30 Jun 2026 12:59 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Lima orang terlantaryang merupakan eks Pekerja Migran Indonesia (PMI) hingga saat ini masih tinggal di Shelter Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak milik Pemerintah Kabupaten Nunukan. Mereka belum dapat dipulangkan ke daerah asal karena keluarga maupun alamat tempat tinggalnya belum berhasil ditemukan.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Nunukan, Faridah Ariyani mengatakan kelima orang tersebut merupakan eks PMI yang dideportasi dari Malaysia melalui Kabupaten Nunukan. Sebagian besar merupakan lanjut usia dengan kondisi kesehatan yang menurun sehingga membutuhkan pendampingan.

"Semuanya eks PMI yang dipulangkan karena sudah lansia dan sakit, sudah tidak produktif. Sampai di Nunukan mereka terlantar karena tidak ada keluarga, tapi mereka bukan ODGJ," kata Faridah, Selasa (30/6/2026).

Lebih lanjut Faridah menjelaskan, ada penghuni shelter yang telah tinggal hampir dua tahun. Selama keluarga mereka belum ditemukan, pemerintah daerah tetap memberikan tempat tinggal dan pendampingan.

Sebelum masuk ke shelter, seluruh eks PMI tersebut terlebih dahulu menjalani perawatan di rumah sakit saat tiba dari Malaysia. Setelah kondisi kesehatannya membaik, mereka diserahkan kepada Dinas Sosial karena tidak ada keluarga yang dapat menjemput.

"Di rumah sakit hanya dirawat selama tiga hari. Setelah itu Dinas Sosial dihubungi untuk menampung mereka karena ada yang menderita penyakit kronis sehingga tidak memungkinkan ditempatkan di RPTC," ujarnya.

Faridah menjelaskan, keberadaan shelter menjadi solusi sementara bagi para eks PMI yang belum memiliki tujuan pemulangan. Selain menyediakan tempat tinggal, pemerintah juga memastikan kebutuhan dasar dan pelayanan kesehatan mereka tetap terpenuhi.

Ia juga mengimbau masyarakat tidak panik apabila melihat penghuni shelter berada di luar. Sebagian dari mereka mengalami pikun sehingga bisa saja keluar tanpa disadari, dan jika ditemukan masyarakat diminta segera melaporkannya agar dapat dijemput kembali oleh petugas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....