Minim Tenaga Fardhu Kifayah, KUA Nunukan Selatan Latih Majelis Taklim

  • 16 Jun 2026 12:55 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Keterbatasan tenaga fardhu kifayah di Kecamatan Nunukan Selatan mendorong Kantor Urusan Agama (KUA) menggelar pelatihan bagi majelis taklim dan masyarakat. Pelatihan yang berlangsung di Masjid At-Taqwa pada Selasa (16/6/2026) itu bertujuan memperbanyak warga yang mampu mengurus jenazah sesuai syariat Islam.

Selama ini, kebutuhan petugas penyelenggaraan jenazah dinilai belum sebanding dengan kebutuhan masyarakat. Kondisi tersebut sering menimbulkan kesulitan ketika ada warga meninggal dunia dan membutuhkan penanganan dalam waktu bersamaan.

Kepala KUA Nunukan Selatan, Jawahir, mengatakan pelatihan ini menjadi salah satu solusi untuk mengatasi minimnya tenaga fardhu kifayah di wilayahnya. Menurutnya, semakin banyak warga yang memiliki keterampilan tersebut, maka masyarakat tidak lagi sepenuhnya bergantung pada penyuluh agama.

"Salah satu pertimbangannya bahwa kurangnya petugas penyelenggaraan jenazah khususnya di Kecamatan Nunukan Selatan ini, jadi apabila ada banyak jenazah yang meninggal pada hari yang sama menyebabkan kebingungan di masyarakat," kata Jawahir.

Pelatihan tersebut melibatkan majelis taklim, penyuluh agama, BKMT, hingga Tim Penggerak PKK Nunukan Selatan. Mereka dipilih karena memiliki peran strategis dalam menyebarkan pengetahuan keagamaan di lingkungan masing-masing.

Menurut Jawahir, peserta tidak hanya dibekali teori tetapi juga pemahaman dasar mengenai tata cara pengurusan jenazah. Ilmu yang diperoleh diharapkan dapat diteruskan kepada masyarakat lainnya sehingga jumlah tenaga fardhu kifayah terus bertambah.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Selain pelatihan fardhu kifayah, KUA Nunukan Selatan sebelumnya menggelar berbagai kegiatan sosial dan keagamaan yang melibatkan masyarakat.

Sebelumnya, KUA telah melaksanakan gerakan bersih masjid di sejumlah rumah ibadah, di antaranya Masjid Al Ikhlas Selisun, Jabal Nur Barak, Baiturrahman, dan Al Jafar Tanjung Harapan. Kegiatan tersebut menjadi upaya memperkuat kepedulian sosial dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.

”Gerakan bersih masjid dan dilanjutkan kegiatan pelatihan fardhu kifayah, seminar kesehatan bagi lansia, pola asuh anak, dan lebaran anak yatim,” ujarnya.

Jawahir menambahkan, melalui pelatihan tersebut, setiap lingkungan diharapkan memiliki lebih banyak warga yang mampu melaksanakan fardhu kifayah. Untuk itu, kebutuhan pengurusan jenazah dapat ditangani lebih cepat dan tidak lagi bergantung pada orang tertentu saja.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....