Mengenal Albinisme Lebih Dekat di Hari Kesadaran Sedunia
- 13 Jun 2026 06:34 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan: Setiap tanggal 13 Juni, dunia memperingati Hari Kesadaran Albinisme Internasional, sebuah momen penting yang diciptakan untuk meningkatkan pemahaman, pengakuan, dan penghormatan terhadap hak-hak penyandang albinisme di seluruh dunia.
Albinisme atau yang sering kita kenal di masyarakat sebagai kondisi "albino," kerap kali masih dipandang sebelah mata akibat kurangnya literasi. Padahal, kondisi ini murni merupakan kondisi genetika, bukan sebuah penyakit menular, apalagi kutukan.
Mengutip laman halodoc, Albinisme atau albino merupakan kondisi genetik yang menyebabkan tubuh kekurangan atau bahkan sama sekali tidak memiliki pigmen melanin, zat yang memberi warna pada kulit, rambut, dan mata. Akibatnya, individu dengan albinisme memiliki ciri fisik yang khas seperti kulit sangat pucat, rambut cenderung putih atau pirang terang, serta mata berwarna terang dan sensitif terhadap cahaya. Kondisi ini muncul sejak lahir dan bersifat permanen. Meskipun begitu, penyandang albinisme bisa hidup secara normal dan produktif seperti orang lain.
Dokter spesialis kulit mengingatkan bahwa tanpa perlindungan melanin, para penyandang albinisme memiliki risiko yang jauh lebih tinggi terkena kanker kulit. Oleh karena itu, penggunaan tabir surya (sunscreen) dengan SPF tinggi, pakaian lengan panjang, dan topi saat beraktivitas di luar ruangan menjadi sebuah kewajiban medis, bukan sekadar pelengkap.
Tidak hanya berdampak pada kulit, minimnya melanin pada area mata juga menyebabkan gangguan penglihatan, seperti mata yang sangat sensitif terhadap cahaya atau fotofobia, hingga penurunan ketajaman penglihatan yang tidak bisa sepenuhnya dikoreksi dengan kacamata biasa.
Namun, tantangan terbesar yang dihadapi oleh para penyandang albinisme sering kali justru datang dari lingkungan sosial. Stigma, mitos keliru, hingga tindakan perundungan masih sering mereka jumpai di kehidupan sehari-hari akibat perbedaan fisik yang mencolok.
Melalui momentum edukasi kesehatan ini, masyarakat diimbau untuk menghentikan diskriminasi dan mulai membangun lingkungan yang inklusif. Penyandang albinisme memiliki hak dan potensi yang sama untuk berkarya, berprestasi, dan hidup membaur tanpa harus merasa terasingkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....