Efisiensi Anggaran, Layanan Dokter Terbang-Terapung Nunukan Tetap Berjalan
- 10 Jun 2026 16:53 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Pemerintah Kabupaten Nunukan memastikan layanan kesehatan dokter terbang dan terapung tetap berjalan meski saat ini sedang dilakukan efisiensi anggaran. Program ini dipertahankan karena menjadi salah satu andalan untuk menjangkau masyarakat di wilayah terpencil dan perbatasan yang sulit mengakses layanan kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Nunukan, Hj. Miskia, mengatakan anggaran tetap disiapkan untuk mendukung pelayanan tersebut. Menurutnya, kebutuhan layanan kesehatan masyarakat di daerah pelosok tidak bisa diabaikan meskipun pemerintah sedang melakukan penghematan anggaran.
Layanan dokter terbang dan terapung difokuskan untuk wilayah yang tidak memiliki akses darat menuju rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang memadai. Melalui pola jemput bola, tenaga medis dan dokter spesialis didatangkan langsung ke lokasi agar warga dapat memperoleh pelayanan kesehatan lebih mudah.
"Tetap kita lakukan, hanya saja untuk tahun ini cuma dua kali karena kita efisiensi anggaran," kata Hj. Miskia.
Meski frekuensi pelayanan berkurang, pemerintah memastikan program tersebut tetap menyasar wilayah-wilayah yang paling membutuhkan. Salah satunya adalah kawasan Krayan yang hingga kini hanya dapat dijangkau menggunakan transportasi udara.
Hj. Miskia menyebut antusiasme masyarakat Krayan sangat tinggi setiap kali layanan kesehatan digelar. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka karena akses menuju layanan medis masih terbatas.
"Karena kita pahami juga memang kondisi geografis mereka sulit, jadi memang dimanfaatkan betul oleh warga kalau kita melakukan pelayanan di sana," ujarnya.
Selain didanai melalui APBD Kabupaten Nunukan, pelayanan kesehatan jemput bola juga mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. Kerja sama tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil.
Program dokter terbang dan terapung sendiri dikhususkan bagi warga di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T. Kehadiran layanan ini diharapkan mampu memperkecil kesenjangan akses kesehatan antara masyarakat di perkotaan dan warga yang tinggal di kawasan perbatasan serta pelosok Nunukan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....