Legislator Kaltara Apresiasi Debat Demokrasi Pelajar Nunukan
- 05 Jun 2026 18:24 WIB
- Nunukan
Poin Utama
- Anggota Komisi III DPRD Kaltara apresiasi Bawaslu Nunukan atas penyelenggaraan debat pelajar demokrasi pertama dan satu-satunya di Kalimantan Utara.
- Politisi menyoroti pentingnya literasi politik bagi anak muda mengingat hampir 60% pemilih dalam pemilu Indonesia adalah generasi muda.
- DPRD Kaltara mendorong KPU, Bawaslu, DPR, dan pemerintah aktif fasilitasi kegiatan keanakmudaan berbasis politik dan demokrasi.
RRI.CO.ID, Nunukan - Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Arming, mengapresiasi kompetisi debat pelajar demokrasi yang digelar Bawaslu Kabupaten Nunukan. Kegiatan ini disebut sebagai yang pertama dan satu-satunya di Kalimantan Utara untuk tingkat pelajar SMA sederajat. Ia menilai kegiatan ini penting untuk mencegah buta politik di kalangan generasi muda. Arming juga menyoroti fakta bahwa hampir 60% pemilih dalam pemilu Indonesia berasal dari kalangan anak muda.
"Yang pertama saya ingin mengapresiasi Bawaslu Kabupaten Nunukan yang telah melaksanakan kegiatan ini, memang untuk menumbuhkan para kamu muda kita ini untuk tidak buta politik, apalagi di Indonesia hampir 60% pemilih ini rata-rata anak muda, dan yang menentukan arah bangsa ini ada di anak muda," katanya, Jum'at (05/06/2026).
Data menunjukkan dominasi pemilih muda dalam setiap penyelenggaraan pemilu di Indonesia menjadi alasan mendesak pentingnya pendidikan politik sejak dini. Anak muda dinilai bukan sekadar pemilih, melainkan penentu arah kebijakan dan masa depan bangsa.
Arming menegaskan bahwa fungsi kontrol terhadap jalannya pemerintahan tidak hanya menjadi tugas mahasiswa, tetapi juga pelajar tingkat SMA. Forum debat seperti ini dinilai efektif membentuk kesadaran politik yang kritis dan bertanggung jawab sejak usia sekolah.
"Harapan saya lembaga-lembaga seperti KPU, Bawaslu, bahkan penyelenggara-penyelenggara negara DPR maupun pemerintah harus mendorong kegiatan kepemudaan untuk mereka bisa tampil mengetahui politik secara mendalam sebagai fungsi kontrol, bukan hanya oleh mahasiswa dan pelajar juga sangat penting, itu harapan kita," ujarnya.
Kompetisi debat pelajar demokrasi ini diharapkan menjadi model yang dapat direplikasi oleh daerah lain di Kalimantan Utara. Bawaslu Nunukan dinilai telah membuka jalan bagi tumbuhnya generasi muda yang melek politik dan siap menjadi agen demokrasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....