Imigrasi Kelas II TPI Nunukan Gelar Koordinasi Terkait Pengawasan WNA
- 05 Jun 2026 13:32 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan-Kantor Imigrasi Nunukan melaksanakan kegiatan rapat TIMPORA bertempat di PLBN Labang. Kasi Inteldakim Imigrasi Kelas II TPI Nunukan Fredy menyampaikan kegiatan timpora ini merupakan bagian penting dalam upaya memperkuat sinergitas antar instansi dalam pengawasan, keberadaan dan kegiatan orang asing, khususnya di perbatasan negara.
“Sebagaimana kita ketahui bersama wilayah perbatasan memiliki posisi strategis sehingga diperlukan koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi yang baik antar seluruh unsur terkait demi menjaga keamanan, ketertiban serta kedaulatan negara”, ucapnya, Jumat, (5/6/2026).
Disisi lain Kasubsi Intelkim Imigrasi Kelas II TPI Nunukan Roas Shadiqi menyampaikan terkait dengan batas - batas wilayah PLBN Labang dengan wilayah Sabah, Malaysia selain itu terkait dengan maraknya perlintasan ilegal beserta peraturan yang berlaku terkait hal tersebut serta penggunaan dokumen perjalanan untuk penduduk di wilayah perbatasan. Dalam kesempatan tersebut disebutkan bahwa Desa Binaan Imigrasi merupakan program Direktorat Jenderal Imigrasi yang merupakan salah satu upaya pencegahan TPPO dan TPPM dengan pimpasa sebagai penggerak melalui sosialisasi yang masif kepada masyarakat.
Kegiatan selanjutnya dilaksanakan sesi tanya jawab serta saran, sesi pertama disampaikan oleh Danpos Labang yang diawali dengan apresiasi kepada Imigrasi yang selalu hadir di perbatasan, kemudian menyampaikan bahwa adanya Satgas Pamtas di PLBN Labang sebagai bentuk penjagaan maupun kesiapsiagaan dalam pelaksanaan menjaga perbatasan.
Kemudian dikesempatan lain Camat Lumbis Pansiangan Lumbis mengapresiasi kepada Imigrasi dan masyarakat yang selama ini berkolaborasi dalam pemenuhan dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk melakukan perlintasan di Kecamatan Lumbis Pansiangan, kemudian disampaikan bahwa saat ini masyarakat menekankan agar terlaksananya penggunaan Paspor di PLBN Labang dikarenakan kekuatan PLB yang mempunyai jarak legal tertentu saat di Malaysia sehingga tidak bisa berjalan ke kampung maupun rumah keluarga yang lebih jauh. (DR).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....