Bawaslu Dorong Pendidikan Politik Diperkuat di Luar Tahapan Pemilu
- 03 Jun 2026 06:26 WIB
- Nunukan
Poin Utama
- Bawaslu Nunukan menekankan pendidikan politik sebaiknya diperkuat di luar tahapan pemilu.
- Pemkab Nunukan melalui Kesbangpol mendukung pendidikan politik bagi pelajar dan masyarakat.
- Kompetisi Debat Pelajar Demokrasi menjadi sarana meningkatkan pemahaman demokrasi menjelang Pemilu 2029.
RRI.CO.ID, Nunukan - Bawaslu Nunukan mendorong penguatan pendidikan politik di luar tahapan pemilu. Hal itu disampaikan dalam Kompetisi Debat Pelajar Demokrasi ke-4 di Nunukan.
Kompetisi debat diikuti pelajar SMA sederajat dari berbagai sekolah di Kabupaten Nunukan. Kegiatan bertujuan meningkatkan pemahaman demokrasi dan pengawasan partisipatif. Hal ini disampaikan Ketua Bawaslu Nunukan, Mochamad Yusron.
"Yang perlu kami tekankan memang bawaslu itu memang pendidikan politik itu diluar tahapan, supaya banyak waktu untuk tahapan pendidikan politik kepada warga, kalau tahapan itu ya KPU dan Bawaslu konsen saja pada menjalankan tahapan seperti seperti KPU, kami pengawas mengawasi tahapan jangan sibuk pendidikan politik di dalam tahapan," katanya.
Menurutnya, pendidikan politik yang dilakukan di luar tahapan pemilu dapat menjangkau masyarakat lebih luas. Kegiatan tersebut juga memberi ruang bagi warga memahami demokrasi secara berkelanjutan.
Debat pelajar menjadi salah satu sarana pendidikan politik bagi generasi muda. Peserta diajak memahami proses demokrasi serta evaluasi penyelenggaraan pemilu sebelumnya.
"nah oleh karena itu ya harapannya juga pemerintah mendukung justru di luar tahapan ini kita di dorong ya di fasilitasi dalam hal melakukan pendidikan politik seperti yang ada saat ini ya kesbangpol ya pemerintah daerah luar biasa komitmen terhadap pendidikan politik warga." ujarnya.
Sementara itu Kepala Kesbangpol Nunukan Hasan Basri mengatakan, pemerintah daerah berkomitmen mendukung pendidikan politik melalui berbagai program pembinaan masyarakat. Kesbangpol menilai pemahaman demokrasi penting untuk menentukan pilihan politik yang tepat.
"tentu pada akhirnya kalau pilihan mereka benar maka itu akan bermuara pada kesejahteraan masyarakat Indonesia kalau kita mau ke tempat yang lebih luas, tetapi kalau kita mau ke tempat yang lebih lokal ya kita bisa berhasil menumbuhkan kepada mereka pengetahuan tentang demokrasi lokal bagaimana mereka memilih bupati, bagaimana mereka memilih anggota DPRD supaya itu bisa membuat daerah kita lebih maju." ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....