BRIN Telusuri Kembali Kawasan Endemik Borneo di Krayan, Libatkan Masyarakat Adat

  • 02 Jun 2026 13:55 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Tim peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN akan melakukan ekspedisi penelitian di kawasan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Penelitian ini bertujuan menelusuri kembali kawasan endemik Borneo yang diyakini menjadi salah satu sumber utama keanekaragaman hayati di Asia Tenggara.

Persiapan kegiatan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar bersama Balai Taman Nasional Kayan Mentarang atau TNKM. Pertemuan berlangsung di kediaman Kepala Adat Besar Krayan Hilir, Daniel Sinau.

Rapat koordinasi dihadiri sejumlah pihak, mulai dari pemerintah kecamatan, tokoh adat, hingga tim peneliti BRIN. Keterlibatan berbagai unsur ini dilakukan untuk memastikan penelitian berjalan lancar dan mendapat dukungan masyarakat setempat.

Penelitian yang akan dilakukan mengangkat tema "Research on the Rediscovery of Bornean Areas of Endemism of Evolutionary Source of Southeast Asia's Remarkable Terrestrial Biodiversity". Kawasan Krayan dipilih karena dinilai masih menyimpan banyak potensi keanekaragaman hayati yang belum terungkap secara menyeluruh.

Selain mengumpulkan data ilmiah, penelitian ini juga diharapkan dapat mengungkap kekayaan flora dan fauna khas Borneo yang selama ini belum banyak terdokumentasi. Hasilnya nanti akan menjadi bahan penting bagi upaya konservasi dan pengelolaan kawasan TN Kayan Mentarang.

Dalam kesempatan tersebut, Camat Krayan Timur, Marjuni, menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan penelitian tersebut. "Kami berharap penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus mendukung upaya pelestarian kekayaan alam yang dimiliki wilayah Krayan," ujarnya, Selasa (2/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut, para tokoh adat juga mengingatkan agar seluruh kegiatan penelitian tetap menghormati adat istiadat dan kebiasaan masyarakat setempat. Mereka menilai keterlibatan masyarakat sangat penting agar penelitian dapat berjalan lancar di lapangan.

Sementara itu, keterlibatan petugas TN Kayan Mentarang dalam tim penelitian diharapkan dapat memperkuat data pengelolaan kawasan konservasi. Temuan yang dihasilkan nantinya tidak hanya bermanfaat bagi dunia akademik, tetapi juga menjadi dasar penyusunan kebijakan perlindungan ekosistem endemik Borneo.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....