Gubernur Klaim WFA Hemat Anggaran hingga Rp300 Juta
- 26 Mei 2026 07:32 WIB
- Nunukan
Poin Utama
- Pemprov Kaltara mengklaim penerapan WFA lebih dulu dibanding kebijakan pemerintah pusat.
- Kebijakan WFA disebut mampu menghemat biaya listrik dan air hingga ratusan juta rupiah.
- Gubernur Kaltara menilai WFA menjadi bagian upaya efisiensi anggaran daerah.
RRI.CO.ID, Nunukan - Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara mengklaim kebijakan Work From Anywhere (WFA) mampu menghemat anggaran operasional. Kebijakan tersebut diterapkan sejak bulan februari 2026 sebelum pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) secara luas.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara menerapkan sistem Work From Anywhere untuk efisiensi anggaran. Penghematan disebut terjadi pada biaya listrik dan penggunaan air kantor. Hal ini disampaikan Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A. Paliwang saat peresmian SMA Negeri 3 Nunukan pada Senin (25/05/2026).
“kalau kami WFA sebelum pusat melaksanakan dan kami sudah melaksanakan WFA.” katanya
Kebijakan tersebut menjadi bagian langkah penghematan belanja operasional pemerintah daerah. Pemprov Kaltara juga terus mengevaluasi efektivitas penerapan sistem kerja fleksibel tersebut.
Penghematan disebut mencapai ratusan juta rupiah setiap bulan. Biaya listrik dan penggunaan air menjadi sektor pengeluaran yang paling berkurang.
“dan memang sangat membantu di penghematan khususnya biaya listrik dan air itu jauh sekali bisa menghemat sebulan sampai 200 sampai 300 juta itu upaya-upaya kita ya, dalam upaya penghematan kita lakukan WFA.” ujarnya.
Pemprov Kaltara masih menerapkan berbagai langkah efisiensi anggaran di lingkungan pemerintahan. Kebijakan kerja fleksibel juga disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan publik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....