Peternak Nunukan Kesulitan Jaga Stabilitas Harga Ayam
- 26 Mei 2026 07:28 WIB
- Nunukan
Poin Utama
- Peternak ayam di Nunukan menghadapi kenaikan harga pakan setiap tahun.
- Pengusaha mengaku tidak bisa sembarangan menaikkan harga jual ke masyarakat.
- Fluktuasi pasar mempengaruhi pola belanja konsumen menjelang hari raya.
RRI.CO.ID, Nunukan - Peternak ayam di Nunukan menghadapi tantangan menjaga kestabilan harga. Kenaikan harga pakan menjadi kendala utama menjelang hari raya.
Harga pakan di tingkat pabrik terus mengalami kenaikan setiap tahun. Kondisi itu memengaruhi biaya produksi peternak ayam dan telur di Nunukan. Hal ini disampaikan pengusaha ayam petelur dan pedaging Nunukan, Riswandi.
“Kalau itu mas pasti ada, karena setiap tahunnya harga pakan di pabrik itu pasti ada kenaikan. Sedangkan kita di tingkat peternak, mau menaikan harga itu mas tidak bisa sembarangan juga. Karena kalau kita terlalu menaikan, nanti imbasnya ke masyarakat,” ujarnya.
Peternak harus menyesuaikan harga agar daya beli masyarakat tetap terjaga. Kenaikan harga berlebihan dinilai dapat mengurangi minat masyarakat membeli daging ayam.
Fluktuasi pasar membuat peternak berhati-hati menentukan harga jual di tingkat lokal. Konsumen disebut memiliki banyak alternatif kebutuhan pangan selain ayam pedaging.
“Masyarakat malah alihkan pembelian makanannya itu bukan di ayam. Mungkin mereka belinya jadi di telur aja, atau beli ikan, begitu. Jadi mereka pun bisa jadi ambil ayam beku, karena sekarang nunukan ini sudah masuk juga ayam beku dari Surabaya.” katanya.
Peternak berharap harga pakan tetap terkendali menjelang Iduladha tahun ini. Pasokan ayam dan telur di Nunukan dipastikan masih tersedia untuk kebutuhan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....