Banjir Kiriman Malaysia Berangsur Surut, Aktivitas Warga Mulai Normal
- 21 Mei 2026 17:12 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Banjir yang melanda enam kecamatan di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, mulai berangsur surut. Aktivitas masyarakat yang sebelumnya sempat lumpuh kini perlahan kembali normal, meski sebagian wilayah di Kecamatan Sembakung masih terendam banjir cukup tinggi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan mencatat, dari enam kecamatan terdampak yakni Kecamatan Lumbis Hulu, Lumbis Pansiangan, Lumbis Ogong, Lumbis, Sembakung Atulai, dan Sembakung, hanya Kecamatan Sembakung yang hingga saat ini masih mengalami genangan cukup parah.
Kasubid Penyelamatan BPBD Nunukan Hasanuddin mengatakan, tinggi muka air di Kecamatan Sembakung saat ini masih mencapai 3,5 meter atau berada di atas batas normal sungai yang berkisar 3 meter. Kondisi itu menyebabkan sejumlah desa di wilayah rendah masih sulit dijangkau melalui jalur darat.
Ada tiga desa yang masih terendam, itu memang wilayahnya paling rendah di Kecamatan Sembakung,” ujar Hasanuddin, Kamis (21/5/2026).
Di Desa Atap, khususnya RT 06 dan RT 07, warga bahkan masih harus menggunakan perahu untuk beraktivitas sehari-hari. Jalanan di kawasan tersebut belum terlihat karena masih tertutup genangan banjir.
Hasanuddin menjelaskan, wilayah tersebut memang menjadi kawasan yang paling terdampak banjir karena berada di dataran rendah. Ketika banjir kiriman dari Malaysia terjadi dan debit sungai meningkat, air akan lebih lama menggenangi permukiman warga di daerah itu.
Meski masih ada wilayah yang terendam, aktivitas masyarakat di sebagian besar kecamatan terdampak kini telah kembali normal. Warga mulai beraktivitas seperti biasa setelah debit air di beberapa wilayah mengalami penurunan signifikan dalam beberapa hari terakhir.
"Kalau 5 kecamatan itu sudah beraktivitas normal kembali," ujarnya.
Hasan menambahkan, BPBD Nunukan tetap melakukan pemantauan di seluruh wilayah terdampak untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan. Petugas juga mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat kondisi cuaca dan debit air sungai masih berpotensi berubah sewaktu-waktu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....