Cintai Ujianmu karena Penciptamu Sedang Mencintaimu

  • 20 Mei 2026 08:37 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan: Hidup tidak pernah lepas dari pasang surut. Bagi setiap manusia, ujian baik berupa kehilangan, kegagalan, maupun kesulitan hidup seringkali datang tanpa diundang. Namun, di balik setiap beban yang terasa berat, terdapat sebuah sudut pandang spiritual yang mendalam: ujian adalah bentuk perhatian dan cinta dari Sang Pencipta. Pesan kesejukan inilah yang menjadi inti dari refleksi kehidupan bertajuk "Cintai Ujianmu, Karena Penciptamu Sedang Mencintaimu". Sebuah ajakan untuk mengubah cara pandang kita dalam menghadapi setiap badai kehidupan.

Menurut Ustaz H. Anam Ashari, dalam acara Mutiara Pagi RRI Nunukan Rabu, 20 Mei 2026, Banyak orang memandang ujian sebagai hukuman atau ketidakadilan takdir. Padahal, jika ditelaah lebih dalam dari kacamata spiritual, ujian justru merupakan cara Tuhan untuk memanggil kembali hamba-Nya agar lebih dekat.

"Ketika kita diberikan kenyamanan terus-menerus, kita cenderung lupa dan menjauh. Namun, saat ujian datang, secara refleks kita akan bersujud, berdoa, dan mengingat-Nya. Di situlah letak cintanya Tuhan; Dia rindu mendengar rintihan doa kita," ujar Ustaz Anam Ashari.

Dalam sebuah hadis riwayat Tirmidzi, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Sesungguhnya besarnya pahala itu sesuai dengan besarnya ujian, dan sesungguhnya Allah Ta'ala jika mencintai suatu kaum, maka Dia akan menguji mereka."

"Mencintai ujian bukan berarti kita meminta untuk diberikan kesulitan, melainkan sebuah sikap rida, sabar, dan berprasangka baik (husnuzan) bahwa ada hikmah besar di balik setiap ketetapan Allah."

Ujian hadir bukan untuk menghancurkan, melainkan untuk membentuk karakter, memperkuat mental, dan menaikkan derajat seseorang.

Berikut adalah tiga cara utama untuk belajar "mencintai" ujian yang hadir dalam hidup:

  • Ubah Narasi Pikiran: Alih-alih bertanya "Mengapa ini terjadi padaku?", mulailah bertanya "Apa yang ingin Tuhan ajarkan kepadaku lewat kejadian ini?"

  • Fokus pada Hikmah, Bukan Masalah: Setiap kesulitan selalu membawa paket pembelajaran. Menemukan hikmah tersebut akan mengurangi rasa sakit dari ujian itu sendiri.

  • Sabar dan Salat/Berdoa sebagai Penopang: Menyadari bahwa kita tidak berjalan sendirian. Kekuatan terbesar muncul saat kita berserah diri setelah melakukan usaha terbaik.

Ustaz Anam juga berpesan, Bagi siapapun yang saat ini mungkin sedang berada di titik terendah, merasa dikhianati oleh keadaan, atau sedang berjuang melawan penyakit; ingatlah bahwa babak kehidupan ini belum selesai.

Allah tidak pernah memberikan beban di luar batas kemampuan hamba-Nya. Ketika terasa berat, bisikkan pada diri sendiri bahwa ini adalah tanda bahwa Anda sedang diperhatikan, sedang dibersihkan dari dosa, dan sedang dipersiapkan untuk menerima sesuatu yang jauh lebih besar. Cintailah ujianmu, jalani dengan penuh ketabahan, karena di balik itu semua, Penciptamu sedang mendekapmu dengan cinta yang tak kasat mata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....