Sabar Merupakan Bagian dari Iman dan Kunci Ketakwaan

  • 29 Apr 2026 18:22 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan : Sabar dalam ajaran Islam merupakan bagian dari iman (ash-shabru minal iman). Oleh karena itu, sabar tidak hanya berkaitan dengan musibah, tetapi juga mencakup seluruh aspek kehidupan seorang Muslim.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan bahwa sabar terbagi menjadi tiga, yaitu sabar dalam menghadapi musibah, sabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah, serta sabar dalam menahan diri dari perbuatan maksiat.

Dalam kehidupan sehari-hari, ujian tidak hanya berupa kesulitan seperti kehilangan, kekurangan harta, atau kesedihan. Namun, kenikmatan seperti kelapangan rezeki, kebahagiaan, dan jabatan juga merupakan ujian dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Semua itu bertujuan untuk melihat apakah manusia semakin taat atau justru kufur terhadap nikmat-Nya.

Ustaz Muammar Kadafi saat menjadi narasumber acara Mutiara Pagi RRI Nunukan menegaskan Allah juga memerintahkan umat Islam untuk menjadikan sabar dan salat sebagai penolong dalam menghadapi kehidupan. Hal ini menunjukkan bahwa kesabaran merupakan perintah langsung dari Allah, sekaligus kunci dalam menghadapi berbagai persoalan hidup.

“Sabar juga dimaknai sebagai bentuk perjuangan melawan diri sendiri (jihad an-nafs), yaitu kemampuan mengendalikan jiwa agar tetap berada pada jalan yang sesuai dengan perintah Allah. Dengan demikian, kesabaran berkaitan erat dengan kemampuan seseorang dalam mengelola batin dan menjaga fitrah kebaikan dalam dirinya, “ Ujarnya Pada Selasa (28 April 2026)

Selain itu, Iya juga menjelaskan umat Islam juga diperintahkan untuk menanamkan nilai kesabaran dalam keluarga, serta tetap menjalankan salat dengan istiqamah. Sebab, rezeki telah dijamin oleh Allah, sementara manusia hanya diperintahkan untuk berusaha dan tetap taat.

Sifat sabar merupakan teladan utama Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, yang senantiasa membalas keburukan dengan kebaikan. Oleh karena itu, kesabaran menjadi salah satu indikator keteladanan seorang Muslim terhadap Rasulullah.

Adapun keutamaan sabar di antaranya adalah mendapatkan cinta Allah, memperoleh ketenangan hidup, serta menjadi jalan menuju surga. Namun demikian, sabar bukan berarti pasrah tanpa usaha. Sabar adalah menerima dengan ikhlas sekaligus tetap berikhtiar memperbaiki keadaan.

Selain itu juga diakhir Penyampaiannya ia mengatakan kesabaran harus senantiasa berjalan beriringan dengan salat dan usaha. Semakin kuat kesabaran seseorang, maka semakin tinggi pula derajatnya di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala dan pada akhirnya, kesabaran menjadi kunci untuk meraih keridaan Allah, ketenangan hidup, serta kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....