Pemerintah Desak Kereta Kaltara Layani Penumpang dan Barang

  • 28 Apr 2026 12:43 WIB
  •  Nunukan
Poin Utama
  • Pemerintah Daerah mendorong investor agar menyediakan layanan kereta penumpang selain transportasi barang di Kalimantan Utara.
  • Proses penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) proyek kereta api ini direncanakan terlaksana pada tahun 2026.
  • Operasional tahap pertama jalur perkeretaapian ditargetkan mulai berjalan pada tahun 2031 mendatang.

RRI.CO.ID, Nunukan - Pemerintah daerah mendorong investor kereta api Kalimantan Utara agar menyediakan layanan angkutan penumpang bagi masyarakat luas. Audiensi proyek tersebut digelar di Jakarta pada Selasa pagi, dua puluh satu April.

Investor awalnya hanya merencanakan operasional kereta khusus barang untuk kebutuhan logistik di wilayah utara. Namun, Gubernur dan jajaran legislatif meminta adanya fasilitas yang bisa dimanfaatkan langsung oleh masyarakat. Hal ini disampaikan Plt. Kepala Dinas PMPTSP, Muhammad Firnanda beberapa waktu lalu.

"Dari pengembang menyampaikan, calon investor kemarin menyampaikan bahwa mereka rencana awalnya hanya kereta barang, tapi dari Pak Gubernur dan juga Ketua Dewan Provinsi Kementerian Utara dan juga kami kemarin menekankan kalau alangkah lebih baiknya itu sambil berjalan dua-dua bisa ada gitu, artinya yang betul-betul juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat," katanya.

Realisasi proyek infrastruktur besar ini membutuhkan waktu yang cukup panjang serta proses administrasi yang sangat ketat. Tahun ini direncanakan menjadi momentum penting untuk pelaksanaan penandatanganan Nota Kesepahaman antara pemerintah dan pengembang.

Tahapan konstruksi fisik diprediksi baru akan mulai terlihat secara bertahap pada tahun 2027 mendatang. Target operasional perdana baru akan terealisasi empat tahun setelah proses pembangunan jalur kereta api tersebut dimulai.

"tapi kita tidak tahu nanti prosesnya karena posisinya ini kan jangka waktunya cukup lama juga ini, dari 2027 rencananya, dari mulai tahun ini untuk penandatangan MOU, 2027 kita coba mulai pelan-pelan, sampai 2031 baru operasional tahap pertama. Mudah-mudahan jadilah intinya seperti itu," ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Nunukan berharap proyek strategis ini berjalan lancar sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan. Komitmen keterbukaan informasi kepada publik tetap menjadi prioritas utama dalam mengawal investasi skala besar ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....