Kondisi Geografis akan Jadi Tantangan Sensus Ekonomi di Perbatasan Nunukan

  • 23 Apr 2026 13:31 WIB
  •  Nunukan
Poin Utama
  • Kendala Aksesibilitas dan Geografis: Kondisi wilayah Nunukan yang luas dan infrastruktur yang terbatas, terutama di daerah perbatasan seperti Lumbis Pansiangan, menjadi tantangan utama bagi petugas untuk menjangkau pelaku usaha.
  • Pendataan Tanpa Kecuali: Meskipun menghadapi medan yang sulit, BPS berkomitmen untuk tetap mendata seluruh unit usaha hingga ke pelosok guna memastikan data yang dihasilkan representatif dan akurat.
  • Perlunya Strategi Khusus: Mengingat sulitnya transportasi dan akses wilayah, pelaksanaan sensus di perbatasan memerlukan strategi serta upaya ekstra agar tidak ada aktivitas ekonomi yang terlewatkan dalam pendataan.

RRI.CO.ID, Nunukan - Akses wilayah jadi tantangan utama Sensus Ekonomi 2026 di Nunukan. Kondisi geografis perbatasan menyulitkan petugas menjangkau seluruh pelaku usaha.

Sebaran wilayah Nunukan yang luas menjadi kendala dalam pendataan usaha. Beberapa daerah memiliki akses terbatas dan sulit dijangkau. Hal ini disampaikan Kepala BPS Nunukan, Iskandar Ahmaddien.

“Geografis, ya kan? Accessibility. Kita mau ke lumbis pansiangan sana. Ada usahanya di sana, jual bakso, jual ini. Harus kita data, kan? Nah, itu kira-kira aksesibilitasnya aja.” katanya.

Wilayah perbatasan seperti Lumbis Pansiangan memiliki tantangan infrastruktur dan transportasi. Kondisi ini memerlukan strategi khusus dalam pelaksanaan sensus. Petugas sensus harus menjangkau seluruh pelaku usaha tanpa terkecuali. Hal ini penting untuk memastikan data ekonomi yang akurat dan menyeluruh.

BPS tetap berkomitmen mendata seluruh aktivitas ekonomi hingga wilayah terpencil. Upaya ini dilakukan demi menghasilkan data yang representatif dan akurat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....