Tipu Daya Kenikmatan, Sanjungan, dan Aib yang Terselubung
- 17 Apr 2026 05:24 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan: Dalam kehidupan sehari-hari, manusia kerap dihadapkan pada berbagai bentuk kenikmatan, pujian, hingga hal-hal yang tampak baik namun sejatinya bisa menjadi ujian. Hal ini disampaikan oleh Ustaz Husni Mubarak, S.Pd. dalam acara Mutiara Pagi di RRI Nunukan yang mengangkat topik tentang “Tipu Daya Kenikmatan, Sanjungan, dan Aib yang Terselubung.”
Ustaz Husni menjelaskan bahwa kenikmatan yang diberikan oleh Allah SWT tidak selalu menjadi tanda kebaikan, melainkan bisa menjadi bentuk ujian yang dikenal dengan istilah istidraj, yaitu kondisi di mana seseorang terus diberikan kenikmatan meskipun ia lalai dalam beribadah.
“Kadang ada orang yang jarang beribadah, tetapi hidupnya tetap dimudahkan, diberikan kesehatan, rezeki lancar. Itu bisa jadi ujian,” katanya, Jumat (17/4/2026).
Ia mengingatkan bahwa setiap nikmat yang diberikan seperti kesehatan, harta, maupun kemudahan dalam pekerjaan harus dimanfaatkan untuk beribadah dan berbagi kepada sesama. Sebab, di dalam setiap rezeki yang diperoleh, terdapat hak-hak orang lain yang harus ditunaikan.
Ustaz Husni juga menekankan pentingnya memohon kemudahan kepada Allah dalam setiap urusan, sebagaimana ajaran Rasulullah SAW, “Yassiru wala tu’assiru” yang berarti mempermudah dan tidak mempersulit.
“Dalam hidup ini, jangan kita mempersulit diri sendiri maupun orang lain. Mintalah kepada Allah agar segala urusan dipermudah, termasuk dalam mencari rezeki,” tambahnya.
Tak hanya itu, ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak terlena dengan sanjungan atau pujian dari orang lain. Mengutip nasihat Abdullah bin Mas’ud, sanjungan justru bisa berdampak sebaliknya dan membuat seseorang menjadi lalai.
“Banyak orang yang hancur bukan karena hinaan, tapi karena pujian. Kadang kita lebih butuh kritik daripada sanjungan agar tetap introspeksi diri,” ujarnya.
Di sisi lain, Ustaz Husni mengingatkan agar setiap individu menjaga aibnya dengan baik. Ia menegaskan bahwa jika Allah telah menutupi aib seseorang, maka jangan sampai justru dibuka sendiri.
“Jangan sampai kita sendiri yang membuka aib kita, padahal Allah sudah menutupinya dengan rapat. Itu tanda kasih sayang Allah yang harus kita jaga,” pesannya.
Di akhir acara, Ustaz Husni kembali menegaskan bahwa semua yang dimiliki manusia hanyalah titipan dari Allah SWT yang sewaktu-waktu bisa diambil kembali. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang untuk tidak terlena oleh kenikmatan dunia dan tetap menjaga keimanan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....