Nasihat Sayyidina Ali Ra Tentang Ilmu dan Kemaksiatan
- 28 Mar 2026 07:24 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan: Pentingnya menuntut ilmu sekaligus menjauhi kemaksiatan menjadi pesan utama dalam program siaran Mutiara Pagi RRI Nunukan yang disampaikan Ustaz Husni Mubarak, S.Pd. pada Sabtu (28/3/2026). Mengangkat topik “Nasihat Sayyidina Ali RA tentang Ilmu dan Kemaksiatan”, ia mengajak umat Islam untuk menjadikan ilmu sebagai jalan meraih ridha Allah SWT.
Dalam penyampaiannya, Ustaz Husni menegaskan bahwa orang yang setiap hari menyibukkan diri dengan ilmu yang bermanfaat sejatinya sedang berjuang di jalan Allah. Ia menyebut, mengabdikan diri pada ilmu merupakan bentuk ibadah yang bernilai tinggi di sisi-Nya.
Menurutnya, dalam ajaran Islam, menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap individu tanpa terkecuali. Hal ini ditegaskan sejak turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW, yakni perintah membaca “iqra”, yang menjadi pintu awal bagi manusia dalam memperoleh pengetahuan.
“Membaca adalah jembatan untuk mendapatkan ilmu. Bisa dimulai sedikit demi sedikit, baik secara mandiri maupun dengan bimbingan guru,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa ilmu merupakan warisan para nabi. Para nabi tidak meninggalkan harta benda, melainkan ilmu yang harus terus dijaga dan dikembangkan demi kemaslahatan umat.
Ustaz Husni juga menegaskan bahwa siapa saja yang menuntut ilmu berarti telah mengambil bagian besar dari kebaikan. Bahkan, Allah SWT akan mengangkat derajat orang-orang yang berilmu, selama ilmu tersebut diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Ilmu yang diamalkan akan menjadi amal jariyah yang tidak terputus. Ketika kita mengajarkannya kepada orang lain, termasuk anak cucu, pahalanya akan terus mengalir,” ungkapnya.
Ia menambahkan, setiap langkah dalam menuntut ilmu akan dimudahkan oleh Allah SWT sebagai jalan menuju surga. Oleh karena itu, umat Islam didorong untuk terus belajar sepanjang hayat.
Di sisi lain, Ustaz Husni mengingatkan agar manusia senantiasa menjauhi kemaksiatan. Menurutnya, dalam kehidupan, Allah menciptakan kebaikan dan keburukan sebagai ujian. Manusia memang tidak luput dari kesalahan, namun wajib berusaha untuk tidak melampaui batas.
“Barang siapa yang bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya serta melampaui batas, maka ancamannya adalah azab yang sangat pedih,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....