Hendak Diselundupkan ke Malaysia, 14 Calon Pekerja Migran Diamankan Lanal Nunukan
- 26 Mar 2026 19:47 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Tim gabungan TNI AL dan sejumlah instansi berhasil menggagalkan penyelundupan 14 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) non prosedural di perairan Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (26/3/2026). Para CPMI tersebut rencananya akan diberangkatkan secara ilegal menuju Kalabakan, Malaysia.
Operasi ini melibatkan Tim Quick Response Lanal Nunukan bersama Satgas Ops Intelmar 26, Satgas Ops Samurai-26.I, Satgas Intelstrat Asahan 26 Bais TNI, BP3MI Kaltara, serta SGI Kodam VI/Mulawarman. Penggagalan dilakukan melalui operasi tangkap tangan saat patroli rutin di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia.
Komandan Lanal Nunukan, Letkol Laut (P) Primayantha Maulana Malik, S.T., M.TR.Opsla mengatakan petugas mencurigai satu unit speedboat yang berusaha menghindari pemeriksaan.
"Satu unit speedboat mencurigakan yang bergerak menuju wilayah perbatasan dan berupaya menghindari pemeriksaan, sehingga dilakukan pengejaran hingga berhasil dihentikan," kata Primayantha.
Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan 14 CPMI non prosedural yang terdiri dari laki-laki dan perempuan dewasa. Mereka diketahui akan diberangkatkan tanpa melalui prosedur resmi menuju wilayah Kalabakan, Malaysia.
Selain itu, petugas juga mengamankan seorang terduga calo yang berperan dalam proses pemberangkatan ilegal tersebut. Seluruh CPMI beserta barang bukti kemudian diserahkan kepada BP3MI Kaltara untuk penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.
Primayantha mengungkapkan para CPMI membayar biaya perjalanan secara bertahap kepada pihak yang mengatur keberangkatan.
"Mereka membayar Rp 800.000 untuk biaya perjalanan menggunakan kapal Pelni ke Nunukan serta 700 ringgit Malaysia atau sekitar Rp 3 juta kepada calo saat tiba di Kalabakan," ujarnya.
Ia menambahkan, para CPMI tersebut menyeberang dari Nunukan menggunakan speedboat bermesin 115 PK berwarna biru.
"Mereka menyeberang dari Nunukan ke Kalabakan menggunakan speedboat bermesin 115 PK berwarna biru, dengan motoris berinisial N," ujarnya.
Penggagalan ini terjadi di Perairan Tinabasan, Nunukan, tepatnya di depan simpang tiga perbatasan Indonesia–Malaysia. Kejadian berlangsung pada pukul 08.22 WITA di koordinat 4°08'54,43" LU dan 117°38'29,84" BT.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....