Pedagang Pasar Tani Nunukan Iuran Bayar Tukang Sapu
- 17 Mar 2026 05:51 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Penjual kue di Pasar Tani Alun-Alun Nunukan turut mengangkut sampah usai aktivitas pasar. Ia menerima upah Rp100 ribu untuk satu kali angkut setiap Minggu.
Aktivitas Pasar Tani di Alun-Alun Nunukan rutin berlangsung setiap Minggu pagi. Kegiatan tersebut menyisakan sampah dari aktivitas pedagang dan pengunjung. Hal ini disampaikan Basri, penjual kue sekaligus tenaga kebersihan di Pasar Tani Alun-Alun Nunukan.
“Saya dikasihnya Rp100.000 satu kali angkut dalam satu hari itu, dari jam 10.00 sampai jam 14.00 WITA. Dari uang yang dikasih itu, itulah tadi yurang yang dipungut-pungut, ada yang kasih Rp3.000, ada Rp5.000. Yang Rp5.000, Rp3.000 yang dikasih sama penjual, ke istilahnya ketua, itulah dipakai bayar tukang sapu yang hari itu,” katanya. Minggu (15/03/2026).
Menurut Basri, dana kebersihan berasal dari iuran pedagang yang berjualan di pasar tersebut. Uang tersebut kemudian digunakan untuk membayar petugas penyapu pada hari kegiatan pasar. Jumlah petugas penyapu setiap Minggu tidak selalu sama. Terkadang hanya satu orang, namun bisa juga dua hingga tiga orang.
“Karena yang menyapu di sini, kadang dua orang, kadang tiga orang, kadang satu orang. Kalau satu orang, saya lihat di sini kadang itu kasian jam 14.00 baru selesai atau 14.30 WITA,” ujarnya.
Proses pembersihan biasanya lebih cepat jika jumlah petugas lebih banyak. Sampah pasar kemudian diangkut menggunakan kendaraan milik Basri.
“Tapi kalau ada bertiga, jam 13.00 sudah clear lah. Kami sudah bersihkan semuanya, sampah sudah diangkut semua menggunakan angkutan umum ini. Karena itu angkutan umum kan saya punya sendiri juga,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....