BPS Soroti Emas dan Kurs Ringgit Picu Inflasi
- 09 Mar 2026 05:28 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - BPS mengingatkan potensi inflasi dari emas dan nilai tukar. Risiko meningkat dalam satu hingga dua bulan ke depan.
Komoditas non pangan mulai memberi tekanan tambahan. Harga emas global tercatat mengalami kenaikan signifikan. Hal ini disampaikan Kepala BPS Nunukan, Iskandar Ahmaddien.
“Emas dan perhiasan. Komoditas ini perlu menjadi perhatian karena harga emas global sedang tinggi akibat catatan situasi geopolitik. Jika harga emas terus naik, komoditas ini juga akan menyumbang inflasi di daerah kita,” katanya. Senin (09/03/2026).
Wilayah perbatasan juga rentan terhadap fluktuasi nilai tukar. Ketergantungan barang impor memperbesar dampak perubahan kurs. Penguatan ringgit Malaysia dapat menaikkan harga barang masuk. Kondisi ini berpotensi menambah tekanan inflasi daerah.
“Barang-barang yang terpengaruh nilai tukar. Mengingat wilayah kita berbatasan dengan Malaysia, harga barang juga sangat tergantung pada kurs ringgit. Semakin menguat ringgit, semakin mahal pula barang yang masuk ke sini. Itu juga turut menyumbang inflasi,” ujarnya.
BPS meminta pemantauan ketat harga komoditas global dan kurs. Stabilitas pasokan lintas batas dinilai krusial menjaga inflasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....