BPS Ungkap Komoditas Rawan Picu Inflasi Nunukan

  • 09 Mar 2026 05:25 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - BPS mengungkap komoditas rawan picu inflasi lanjutan. Risiko meningkat dalam satu hingga dua bulan ke depan.

Kelompok bahan makanan dinilai paling sensitif terhadap kenaikan harga. Momentum Ramadan dan Idulfitri memperbesar tekanan permintaan. Hal ini disampaikan Kepala BPS Nunukan, Iskandar Ahmaddien.

“Kalau kita lihat, ada kelompok bahan makanan seperti beras, cabai, bawang merah, bawang putih, dan ayam. Komoditas-komoditas ini sangat sensitif pada periode Ramadan dan Idulfitri. Sementara itu, pasokannya masih sangat tergantung dari luar daerah,” katanya. Senin (09/03/2026).

Ketergantungan pasokan dari luar daerah menjadi faktor utama. Gangguan distribusi dapat memicu lonjakan harga dalam waktu singkat. Selain pangan, kelompok transportasi juga berpotensi menyumbang inflasi. Perubahan tarif angkutan dinilai mempengaruhi biaya distribusi barang.

“Jika distribusi kapal dari Sulawesi pasca-Lebaran terlambat, harga bisa cepat naik. Kedua, dari kelompok transportasi. Diskon angkutan dari PT Pelni sebelumnya cukup membantu menahan tekanan harga. Namun, jika tarif sudah kembali normal, tentu akan berdampak juga,” ujarnya.

BPS mengingatkan pentingnya kelancaran distribusi pasca-Lebaran. Stabilitas tarif angkutan turut menentukan laju inflasi daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....