Hasil Pertanian Komoditi Kakao Sebatik tengah Bisa Bersaing Dengan Daerah Lain

  • 06 Mar 2026 07:18 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan-Kepala Bidang Infrastruktur Pangan Sarana dan Prasarana Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Nunukan Sambiyo mengatakan pelatihan dan instalasi pengoperasian mesin telah dilakukan di Sebatik Tengah, hal ini dilakukan karena ada 7 mesin yang akan digunakan untuk memproduksi kakao menjadi coklat. Ada mesin untuk memproduksi kakao menjadi coklat batangan, kemudian mesin tersebut sudah dioperasionalkan sesuai dengan fungsinya masing-masing.

“Susunan mesin itu ada 7 mesin, jadi mesin diruangan satu, diruangan dua sampai diruangan lima, nanti instalasinya mereka yang memandu pelatih kemudian setelah itu kita sudah masing-masing itu diajari sesuai dengan fungsinya, yang pertama itu mesin sangrai biji kakao kemudian mesin pemecah kulit, mesin pembuat pasta, mesin pengepres lemak, kemudian mesin pengayak bubuk”, ucapnya, Jumat, (6/3/2026).

Sambiyo menjelaskan jika mesin 1 hingga mesin 5 bekerja dengan suhu tinggi yang berbeda diruangan panas kemudian mesin ke 6 dan 7 bekerja dengan suhu rendah dan menggunakan AC. Sementara komoditi kakao bisa bersaing dengan produk luar daerah, karena Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian mengolah biji kakao yang berkualitas.

“Biji kakao artinya setelah sangrai kita ada mesin pengupas kulit, disitu betul-betul kita pilih bijinya kemungkinan kalau diluar sana siapa tahu tidak sebersih itu karena mereka pernah menyampaikan ada produk itu kompon, artinya kompon itu masih ada kulitnya, kulit biji kakao”, ujarnya.

Ia menegaskan akan menjaga mutu produk kakao di Sebatik Tengah, kemudian meningkatkan nilai tambah produk ketika menjual biji kering dengan harga Rp.40.000,- ketika diproduksi lagi bisa menjadi ratusan ribu rupiah sehingga bisa meningkatkan pendapatan masyarakat, selain itu akan melatih dan membimbing petani yang selama ini menjual biji kakao mutu A,B, C digabung jadi satu dengan harga mutu C, sehingga lebih murah, hal ini perlu dilatih untuk memisahkan biji kakao yang berkualitas. (DR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....