Inflasi 4,22 Persen, BPS Nunukan Minta Waspada

  • 05 Mar 2026 08:49 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Inflasi Nunukan mencapai 4,22 persen secara year-on-year. Angka ini tercatat saat Ramadan dan menjelang Idulfitri 2026.

Inflasi 4,22 persen melampaui kisaran ideal nasional. Rentang terkendali umumnya berada pada 1,5 hingga 3,5 persen. Hal ini disampaikan Kepala BPS Nunukan, Iskandar Ahmaddien, kepada RRI.

“Jadi kata kuncinya, inflasi terkendali itu berada di kisaran 1,5 sampai 3,5 persen. Nah, kalau sudah di atas 4 persen, seperti 4,22 persen ini, berarti sudah mulai tidak terkendali. Artinya, ada peningkatan harga dibandingkan tahun sebelumnya. Angka 4,22 persen ini kan year-on-year, jadi dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Apa penyebabnya? Kalau kita lihat, tahun lalu ada diskon tarif listrik 50 persen. Nah, tahun ini kan tidak ada,” katanya. Kamis (05/03/2026).

Faktor basis tahun sebelumnya turut memengaruhi lonjakan angka inflasi. Diskon tarif listrik 50 persen tidak lagi berlaku tahun ini. Selain itu, momentum Ramadan dan Idulfitri mendorong peningkatan permintaan. Kelompok bahan makanan dan transportasi biasanya mengalami kenaikan harga.

“Di awal tahun ini sebenarnya juga sudah ada diskon angkutan laut, termasuk dari Pelni. Namun, dampaknya memang belum terlalu terasa. Selain itu, bulan ini kita memasuki momen Ramadan dan Idulfitri pada Maret. Secara historis, periode ini cenderung memicu kenaikan harga, terutama pada kelompok bahan makanan dan transportasi, karena permintaan meningkat,” ujarnya.

BPS mencatat adanya tren kenaikan bulanan yang perlu diantisipasi. Tekanan daya beli dapat terjadi jika distribusi terganggu.

“Jadi, kami melihat kondisi ini sebagai fase yang perlu diwaspadai. Ada tren kenaikan bulanan dan faktor musiman keagamaan yang bisa menambah tekanan terhadap daya beli. Namun, sejauh ini kenaikan tersebut masih dalam pola yang terukur. Yang terpenting adalah memastikan pasokan tetap lancar dan distribusi terjaga agar inflasi tidak meningkat lebih tinggi dari yang seharusnya,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....