Pelatihan Instalasi dan Pengoperasian Mesin Pengolah Biji Kakao di Sebatik
- 04 Mar 2026 12:06 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan-Pemerintah Kabupaten Nunukan terus berupaya meningkatkan produksi produktivitas dan mutu produk komoditas kakao, teknik budidaya serta nilai tambah produk di daerah perbatasan.
Kepala Bidang Infrastruktur Pangan Sarana dan Prasarana Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Nunukan Sambiyo mengatakan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Nunukan diadakan Pelatihan Instalasi dan Pengoperasian Mesin Pengolah Biji Kakao di Unit Pengolahan Hasil (UPH) di GAPOKTAN Maspul Jaya, Desa Maspul, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan.
Pelatihan tersebut diikuti oleh Anggota GAPOKTAN Maspul Jaya, dan beberapa orang pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dari Nunukan. Pelatihan ini di datangkan sebagai fasilitatornya langsung dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (PUSLITKOKA) Jember, Jawa Timur.
Ia juga menjelaskan Pelatihan Pengoperasian Mesin Pengolah Biji Kakao mulai dari Penyaringan (Roasting) biji kakao kering di panggang menggunakan mesin sangrai biji kakao, Pemecah dan Pemisah (Cracker dan Winnower) biji sangrai dimasukkan ke dalam mesin Cracker untuk di pecah lalu winnower memisahkan nib(isi) dari kulit ari, Mesin Pembuat Pasta (Ball Mill/Refiner) dan Mesin Press lemak kakao (Cocoa Pressing Machine) untuk memproduksi coklat bubuk.
Ia mengatakan pelatihan ini, agar GAPOKTAN Maspul Jaya yang sudah mendapatkan bantuan Unit Pengolahan Hasil (UPH) Kakao dapat mengoperasikan mesin pengolah kakao, dan dapat menghasilkan serta memasarkan kakao dalam bentuk barang jadi, yang sebelumnya hanya memasarkan kakao dalam bentuk biji.
“Ini bertujuan dapat meningkatkan nilai tambah produk kakao”, ucapnya, Rabu, (4/3/2026).
Sambiyo menambahkan peserta dari Nunukan pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) binaan DKUKMPP Kab Nunukan, nantinya akan menyerap hasil olahan kakao Gapoktan Maspul Jaya untuk diolah kembali menjadi berbagai makanan hasil olahan kakao atau cokelat.
“Peserta sangat bersemangat mengikuti pelatihan ini, mereka berharap kedepan dapat meningkatkan pendapatan dari usaha di komoditi kakao, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan anggota dan membuka lapangan kerja baru”, ujarnya. (DR).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....