Kini Sebatik Sudah Bisa Memproduksi Kakao Menjadi Coklat Bahan Setengah

  • 03 Mar 2026 13:30 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan-Komoditi kakao sudah tidak perlu lagi dijual ke Malaysia, kini masyarakat Sebatik sudah memiliki mesin untuk memproduksi kakao menjadi coklat. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Nunukan Muhtar mengatakan Sebatik memiliki lahan seluas 400 Ha untuk komoditi kakao, kemudian sudah melakukan hilirasi kakao, dan mulai peluncuran mesin kakao dengan mengikutsertakan dua pelaku UMKM yang akan menjual kakao berupa coklat. Ia menjelaskan produk yang dikeluarkan adalah produk setengah jadi, yang akan dijadikan coklat batangan dan coklat bubuk.

“Mereka menghasilkannya itu ada tiga atau empat model yang kemarin itu, tapi yang paling mahal itu adalah minyaknya diperkirakan minyaknya yang dipres itu harganya dipasaran Rp.650.000,- per liter”, ucapnya, Selasa, (3/3/2026).

Ia juga menyampaikan jika produksinya melimpah dapat bekerjasama dengan pelaku UMKM untuk membeli dan memproduksi menjadi makanan dan minuman, sehingga bisa bersaing dengan produk luar negeri. Sementara itu untuk pertama kali diproduksi sebanyak 10 kilogram, dan sekaligus mengikuti pelatihan bagaimana cara memggunakan mesin tersebut.

“Dilatih juga yang pengelolanya, sekaligus kami bawa UMKM yang mau dilatih juga dan mereka juga siap menjadi pembelinya. Bisa memproduksi 50 kilo satu hari, lumayan yang penting permintaan pasar, karena kalau dikemas itu dari bahan setengah jadinya itu dikemas lagi itu banyak turunannya seperti coklat wafer, terus coklat yang didalamnya itu buah-buahan, tergantung dari kita”, ujarnya.

Ia mengungkapkan setiap hari dapat memproduksi kakao sebanyak 50 kilogram, kemudian berharap lahan kakao di Sebatik harus diremajakan, sehingga bisa memproduksinya, apalagi harga kakao cukup tinggi, dikisaran Rp.80.000,-Rp.100.000, per kilo. (DR).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....