Dahulukanlah Akhirat, Dunia akan Mengikuti

  • 26 Feb 2026 09:41 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan: Manusia seringkali dihadapkan dengan keraguan untuk memilih antara kehidupan dunia atau akhirat. Tak jarang, saking menyenangkannya kehidupan dunia, manusia jadi sangat melekat dengan kehidupan dunia. Kemelekatan dengan dunia inilah yang akhirnya membuat mereka jauh dari tujuan utama yang seharusnya diprioritaskan, yaitu kehidupan akhirat.

Ustadz Muamar Kadafi dalam program Mutiara Pagi menjelaskan persoalan ini menggunakan peristiwa yang terjadi pada masa Rasulullah SAW dahulu kala, yaitu Perang Badar. Diceritakan bahwa kegagalan pasukan pemanah di bukit Uhud terjadi karena sebagian dari mereka tergiur oleh harta rampasan dunia dan melanggar perintah Rasulullah SAW. Ini adalah contoh nyata bahwa ketika kita lebih memilih dunia, maka kesengsaraan lah yang akan didapat.

Allah SWT menjelaskan dalam surah Ali Imran ayat 152 yang artinya, “Dan sungguh, Allah telah memenuhi janji-Nya kepadamu, ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya, sampai pada saat kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu dan mengabaikan perintah Rasul setelah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai. Di antara kamu ada orang yang menghendaki dunia dan di antara kamu ada (pula) orang yang menghendaki akhirat. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka untuk mengujimu, tetapi Dia benar-benar telah memaafkan kamu. Dan Allah mempunyai karunia (yang diberikan) kepada orang-orang mukmin.”

Ayat ini memberikan gambaran kepada kita bahwa ada diantara manusia yang lebih menghendaki dunia, namun ada juga yang mendahulukan akhirat. Keduanya merupakan ujian yang datang dari Allah SWT untuk kita. Maka penting untuk menggunakan akal yang kita miliki untuk memaknai peristiwa perang Uhud, supaya kita tidak salah memilih antara dunia dan akhirat.

Lantas apakah jika memilih kehidupan akhirat sebagai tujuan utama maka seorang manusia meninggalkan kehidupan dunia sepenuhnya? Ustadz Muamar Kadafi menjelaskan seperti ini, “Ketika kita memilih akhirat bukan berarti kita tinggalkan seluruh kenikmatan dunia jadi ketika kita memilih akhirat artinya seluruh kemewahan ataupun keindahan yang ditampakkan di dunia maka itu hanya sebagai sebuah perantara bagi kita untuk meraih kehidupan akhirat.” Oleh karena itu, manfaatkanlah segala yang bisa kita miliki di dunia, baik harta, ilmu dan jabatan kita untuk menjadi wasilah dalam mencapai tujuan utama manusia yaitu akhirat. Dahulukanlah kehidupan akhirat maka InsyaAllah dunia akan mengikuti, semoga Allah SWT memudahkan segala urusan kita.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....