DLH Buka Peluang Tim Khusus Tangani Sampah Pesisir
- 18 Feb 2026 17:24 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nunukan menyebut penanganan sampah di wilayah pesisir tidak bisa dilakukan sendiri. DLH menilai perlu kerja sama lintas sektor agar persoalan sampah di kawasan pantai bisa tertangani maksimal.
Kepala Bidang Persampahan DLH Nunukan, Irfan Ahmad, mengatakan selama ini petugas kebersihan masih difokuskan di wilayah darat. Jika personel dialihkan ke pesisir, maka pelayanan rutin di darat akan terganggu.
Hal itu disampaikan Irfan menanggapi usulan pembentukan pasukan kuning oleh warga Nunukan, Herlambang, dalam program Halo RRI di RRI Nunukan, Senin (16/2/2026). Usulan tersebut meminta adanya tim khusus yang menangani sampah di kawasan pesisir.
Menurut Irfan, jumlah personel yang ada saat ini masih terbatas. Oleh karena itu, penanganan sampah di pesisir belum bisa dilakukan secara rutin.
“Kalau ada yang mau bentuk khusus kami sangat terbuka, karena kalau personel kita digeser ke sana, itu tidak bisa rutin karena sudah ada pekerjaan rutin mereka,” kata Irfan, Rabu (18/2/2026). Ia menegaskan DLH siap mendukung jika masyarakat ingin membentuk organisasi khusus penanganan sampah pesisir.
Irfan menjelaskan, petugas kebersihan tidak hanya mengangkut sampah. Setelah kerja bakti, sampah yang terkumpul masih harus dipilah sebelum dibawa ke tempat pengolahan.
Sampah yang masih bisa dimanfaatkan akan dikirim ke TPS3R dan bank sampah. Sementara sisanya dibuang ke tempat pemrosesan akhir (TPA).
Ia mengakui, pembersihan di sejumlah titik pesisir selama ini baru dilakukan saat ada kegiatan bakti sosial. Kegiatan tersebut biasanya melibatkan instansi pemerintah dan organisasi masyarakat.
Oleh karena itu, DLH mendorong keterlibatan semua pihak untuk menjaga kebersihan pesisir. Irfan berharap ada gerakan bersama agar penanganan sampah tidak hanya bergantung pada petugas kebersihan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....