Empat Golongan yang Dirindukan Surga
- 16 Feb 2026 07:01 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan: Program siaran Mutiara Pagi RRI Nunukan kembali menghadirkan tausiyah yang menyejukkan hati pendengar, dengan menghadirkan narasumber Ustaz Muamar Kadafi, M.Pd., anggota MUI Kabupaten Nunukan sekaligus Kepala SD Muhammadiyah 1 Nunukan. Pada kesempatan tersebut, beliau mengangkat tema “Empat Golongan yang Dirindukan Surga.”
Dalam pemaparannya, Ustaz Muamar menjelaskan bahwa surga merupakan tempat yang selalu dirindukan manusia sebagai balasan atas amal kebaikan dan ketaatan kepada Allah SWT. Namun, menurut hadis riwayat Abu Daud, terdapat golongan manusia tertentu yang justru dirindukan oleh surga karena amal dan keutamaannya.
Golongan pertama adalah orang yang senantiasa membaca Al-Qur’an. Ia menuturkan bahwa kedekatan dengan Al-Qur’an menghadirkan ketenangan hati sebagaimana firman Allah dalam Surah Ar-Ra’d ayat 28, “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” Orang yang menjaga hubungan dengan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari diyakini akan semakin dekat dengan surga.
Golongan kedua adalah orang yang menjaga lisan. Mengutip hadis riwayat Abu Hurairah, Ustaz Muamar menegaskan bahwa orang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya berkata baik atau diam. Menurutnya, menjaga ucapan sangat penting karena perkataan buruk dapat menghapus nilai amal kebaikan dan melukai sesama.
Selanjutnya, golongan ketiga ialah orang yang gemar memberi makan kepada yang membutuhkan. Sikap peduli terhadap sesama, termasuk kepada tetangga dan fakir miskin tanpa memandang latar belakang, merupakan amal mulia yang dirindukan surga. Ia mencontohkan bahwa menolong manusia adalah bentuk kemanusiaan universal, sebagaimana pesan Sayyidina Ali bin Abi Thalib bahwa manusia boleh berbeda agama tetapi tetap bersaudara dalam kemanusiaan.
Adapun golongan keempat adalah orang yang berpuasa di bulan Ramadan dengan penuh keikhlasan. Puasa, sebagai rukun Islam, tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga diri dari hal-hal yang membatalkan dan merusak nilai ibadah, sehingga membentuk ketakwaan.
Di akhir tausiyahnya, Ustaz Muamar mengingatkan bahwa tujuan utama seorang muslim bukan semata-mata mengejar surga, melainkan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Surga merupakan anugerah bagi hamba yang hidupnya dipenuhi ketaatan dan keikhlasan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....