Ibu, Maaf Sering Membuatmu Sedih

  • 11 Feb 2026 06:52 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - RRI.CO.ID, Nunukan: Program Mutiara Pagi yang disiarkan RRI Nunukan kembali menghadirkan pesan penuh makna tentang pentingnya berbakti kepada orang tua, khususnya ibu. Dalam siaran tersebut, Wakil Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Nunukan, Ustaz Anam Azhari, mengangkat topik bertajuk “Ibu, Maaf Sering Membuatmu Sedih”.

Ustaz Anam Azhari menegaskan bahwa ibu adalah sosok yang sangat mulia dalam Islam. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur’an Surah An-Nisa ayat 36 yang bermakna bahwa Allah memerintahkan manusia untuk menyembah-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun, lalu langsung menggandengkannya dengan perintah berbuat baik kepada kedua orang tua, terutama ibu.

Menurutnya, dalam kehidupan sehari-hari, manusia kerap lupa akan kewajiban sebagai anak. Padahal, kewajiban kepada Allah (habluminallah) harus sejalan dengan kewajiban kepada sesama manusia (habluminannas), khususnya kepada kedua orang tua.

“Walaupun kita sudah memiliki anak, pada hakikatnya kita tetaplah seorang anak. Kewajiban berbakti kepada ibu dan ayah tidak pernah terputus,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).

Ia menambahkan, segala pengorbanan dan kasih sayang yang diberikan orang tua kepada anak, sejatinya sudah sangat sempurna. Namun, sering kali sebagai anak, manusia justru belum mampu membahagiakan orang tuanya, bahkan tanpa disadari kerap membuat mereka bersedih.

Karena itu, Ustaz Anam mengingatkan pentingnya memahami dan mengamalkan birrul walidain sebagai kewajiban yang harus terus diwujudkan sepanjang hayat, bahkan hingga orang tua telah wafat. Dalam tausiyahnya, ia juga mengutip hadis Rasulullah SAW ketika ditanya sahabat tentang amalan yang paling dicintai Allah. Rasulullah menjawab, salat tepat waktu, kemudian disusul dengan berbakti kepada kedua orang tua.

Lebih lanjut, Allah SWT juga menegaskan perintah tersebut dalam Surah Al-Isra ayat 23, yang mewajibkan umat manusia untuk berbuat ihsan kepada kedua orang tua, menjaga perasaan mereka agar tetap ridha, senang, dan tidak kecewa.

“Jangan sekali-kali berkata ‘uh’ kepada orang tua, apalagi saat mereka sudah lanjut usia dan dalam kondisi lemah. Meski terkadang muncul rasa jengkel, kita tetap diwajibkan bersikap lembut dan tidak meninggikan suara,” tuturnya.

Ustaz Anam menegaskan bahwa ridha Allah bergantung pada ridha orang tua, dan murka Allah pun bergantung pada murka orang tua. Oleh karena itu, mendoakan kedua orang tua dan berusaha menjadi anak yang saleh dan salehah merupakan bentuk bakti yang paling utama.

“Menjadi anak yang saleh dan salehah adalah amal jariyah bagi orang tua, yang pahalanya akan terus mengalir meskipun mereka telah meninggal dunia,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....