DPRD Nunukan Minta Penanganan Transparan Polemik Kepsek-Guru

  • 08 Feb 2026 14:30 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan – Polemik dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh Kepala Sekolah SDN 001 Sebatik Tengah terhadap salah seorang guru di sekolah tersebut mendapat perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nunukan.

Wakil Ketua DPRD Nunukan, Arpiah, menyatakan keprihatinannya atas peristiwa tersebut dan menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal secara serius tindak lanjut penanganan kasus ini.

“Kami sangat prihatin dengan kejadian ini dan sangat serius untuk mengawal tindak lanjutnya. Bagi kami, ini bukan lagi persoalan kecil dan bukan semata-mata masalah internal sekolah, tetapi sudah menyangkut kelembagaan dan dunia pendidikan,” ujar Arpiah, pada Sabtu (7/2/2026).

Menurutnya, konflik yang terjadi berpotensi besar mengganggu proses belajar mengajar karena suasana sekolah menjadi tidak kondusif. Selain itu, kondisi psikologis guru dan siswa juga dapat terdampak akibat tekanan, konflik, maupun intimidasi yang muncul.

“Ketika ada tekanan dan konflik, itu akan berdampak secara psikologis. Hak-hak guru, seperti hak untuk mengajar, memperoleh tunjangan, serta perlakuan yang adil, bisa terabaikan. Ini bukan hanya merugikan satu orang, tetapi juga merugikan sistem pendidikan secara keseluruhan,” ucapnya.

Arpiah juga menilai bahwa kejadian tersebut dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan dan sekolah sebagai tempat yang seharusnya aman dan nyaman bagi semua.

Oleh karena itu, DPRD Nunukan mendorong Pemerintah Daerah, khususnya Dinas Pendidikan, untuk segera turun tangan menangani persoalan ini secara serius.

“Jika memang terdapat indikasi pelanggaran dan harus menempuh jalur hukum, maka kami mendorong hal tersebut dilakukan. Semua orang berhak mendapatkan keadilan. Guru bukan objek yang bisa diperlakukan semena-mena, karena kenyamanan guru akan berdampak langsung pada kualitas penerimaan siswa dalam proses belajar mengajar,” katanya menegaskan.

Lebih lanjut, Arpiah menyampaikan beberapa harapan, di antaranya agar kasus ini ditangani secara transparan dan berlandaskan hukum, sekolah kembali menjadi ruang yang sehat dan bermartabat bagi guru maupun peserta didik, serta adanya tindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran.

Ia juga berharap proses belajar mengajar di SDN 001 Sebatik Tengah dapat kembali berjalan normal. Secara khusus, Arpiah mendoakan agar guru yang diduga menjadi korban, Halimah, segera mendapatkan penanganan medis yang baik, pulih dari kondisinya, serta dapat kembali mengabdi dengan memberikan kinerja terbaik.

"langkah-langkah yang telah kami lakukan, yaitu DPRD Nunukan melalui, ketua komisi I, telah melakukan inspeksi dan investigasi langsung ke sekolah untuk meminta klarifikasi berkaitan dengan ada beberapa temuan temuan awal memang yang kami dapatkan, dan ini menjadi bahan bagi kami untuk mendorong  mendorong langkah-langkah selanjutnya" ucapnya.

Jika diperlukan, DPRD Nunukan akan menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan melibatkan instansi yang terkait, dinas Pendidikan, BKPSDM dan pihak sekolah untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....