Wamen Dikdasmen Ingatkan Sekolah Jaga Fasilitas Baru

  • 01 Feb 2026 12:36 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID. Nunukan:  Di tengah euforia peresmian revitalisasi sekolah di Sebatik pada Sabtu (17/01/2026), terselip pesan penting dari Wamendikdasmen Prof. Dr. Atip Latipulhayat. Beliau mengingatkan bahwa revitalisasi fisik bangunan akan menjadi sia-sia jika tidak dibarengi dengan budaya pemeliharaan yang disiplin dari seluruh warga sekolah.

Wamen menyoroti fenomena umum di mana fasilitas sekolah seperti WC seringkali tidak terawat setelah setahun dibangun. Dengan nada bercanda namun serius, beliau menyebut fasilitas yang kotor akan "dihuni jin" jika tidak dibersihkan setiap hari. Pesan ini menekankan bahwa integritas sebuah lembaga pendidikan juga tercermin dari cara mereka merawat aset negara.

Lebih dari sekadar bangunan, ekosistem pendidikan yang nyaman adalah kunci kesuksesan belajar-mengajar. Fasilitas yang memadai hanyalah alat, sementara pemeliharaan adalah bentuk tanggung jawab moral. Wamen meminta pihak sekolah untuk memiliki sense of belonging yang tinggi terhadap fasilitas yang telah direvitalisasi dengan anggaran besar.

“Disini saya tekankan bahwa pemeliharaan yang paling penting, contohnya seperti WC, tahun ini dibangun, tahun depan isinya jin semua karena kotor, padahal kalau dibersihkan setiap hari insyaallah tidak akan kotor." Ucapnya sambil tersenyum.

Wabup Hermanus sejalan dengan pemikiran tersebut, menyatakan bahwa pemanfaatan teknologi dan sarana modern harus dibarengi dengan penguatan karakter. Budaya bersih dan tertib di sekolah adalah bagian dari pendidikan karakter yang nyata, yang akan membentuk mentalitas anak didik dalam menghargai hasil pembangunan di daerahnya.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk melakukan monitoring berkala terhadap sarana yang telah diberikan oleh pemerintah pusat. Dukungan pusat dalam hal sarana prasarana harus dijawab dengan prestasi dan pemeliharaan yang baik oleh pihak sekolah, camat, hingga dinas pendidikan setempat agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.

" Kita ingin memastikan pendidikan di perbatasan semakin maju melalui penguatan karakter, peningkatan kualitas pendidikan dan budaya literasi, serta pemanfaatan tehnologi secara bijak tanpa mengurangi ruh pendidikan." Ungkap Wabup Hermanus.

Melalui momentum peresmian ini, diharapkan muncul kesadaran kolektif bahwa fasilitas pendidikan adalah milik bersama. Kebersihan dan kenyamanan sekolah adalah investasi yang tidak ternilai bagi kesehatan mental dan semangat belajar siswa di perbatasan, demi mencetak generasi yang tidak hanya pintar, tapi juga berdisiplin tinggi. MM


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....