SPPG Sebatik Dorong Kebangkitan Pertanian dan Peternakan Lokal

  • 01 Feb 2026 11:25 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID. Nunukan: Peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sebatik Timur pada Kamis (22/01/2026) ternyata membawa angin segar bagi roda ekonomi kerakyatan. Kepala Badan Gizi Nasional, Prof. Dr. Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa keberadaan SPPG bukan hanya soal distribusi makanan, melainkan motor penggerak sektor pertanian, perkebunan dan perikanan di wilayah lokal.

Tingginya kebutuhan bahan baku pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) menciptakan pasar baru bagi petani dan peternak di Sebatik. Misalnya, kebun pisang masyarakat yang luas kini memiliki pembeli tetap untuk pemenuhan kebutuhan buah. Hal ini memberikan kepastian harga dan serapan pasar yang selama ini sering menjadi kendala bagi para petani lokal.

Sektor peternakan dan perikanan juga diprediksi akan mengalami lonjakan permintaan yang stabil. Kebutuhan telur, daging ayam hingga ikan laut dan budidaya akan meningkat drastis. Kepala BGN bahkan menyarankan setiap rumah tangga bisa memulai budidaya mandiri, seperti kolam lele untuk ikut berkontribusi dalam rantai pasok program MBG ini.

Guna menjaga stabilitas stok pangan, SPPG didorong untuk mampu mengelola lahan pertanian atau peternakan sendiri di masa depan. Langkah ini diambil agar program tidak tergantung pada pasokan luar daerah, sehingga kemandirian pangan di Sebatik dapat tercipta sekaligus menekan biaya logistik yang tinggi di wilayah kepulauan.

Dampak ekonomi ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara langsung. Dengan adanya perputaran uang yang tetap melalui pembelian bahan baku lokal, daya beli masyarakat Sebatik akan meningkat. Ini adalah model pemberdayaan ekonomi yang terintegrasi, di mana kesehatan masyarakat meningkat dan kantong warga pun terisi.

Pemerintah daerah menyambut baik aspek ekonomi dari program ini. Sinergi antara penyedia layanan gizi dengan produsen pangan lokal menjadi kunci agar program pusat ini memberikan manfaat ganda. Sebatik kini tidak hanya menjadi penerima manfaat kesehatan, tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis pangan lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....