Program MBG Madrasah Al-Anshori Nunukan Kini Sasar Guru
- 31 Jan 2026 23:34 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID. Nunukan: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Madrasah Al-Anshori Nunukan telah menunjukkan perkembangan positif. Setelah berjalan selama dua bulan sejak Desember 2025, program unggulan pemerintah ini kini mulai memperluas jangkauan distribusinya dengan menyertakan para tenaga pendidik sebagai penerima manfaat.
Kepala Madrasah Aliyah (MA) Al-Anshori, Ahmad Baihaqi, mengungkapkan bahwa dalam tiga hari terakhir, para guru di lingkungan sekolah mulai mendapatkan jatah makan siang gratis.
"Tiga hari ini ada penambahan untuk guru-guru. Jadi guru juga disuplai, sebelumnya tidak ada. Ini langkah yang sangat bagus untuk mendukung stamina pengajar di sekolah," ujar Ahmad Baihaqi saat ditemui di lingkungan madrasah, Kamis (22/01/2026).
Selain penambahan untuk guru, data jumlah siswa penerima MBG di Al-Anshori juga mengalami kenaikan signifikan. Untuk jenjang Madrasah Aliyah (MA), kuota meningkat dari 62 menjadi 83 jatah. Sementara untuk jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs), dari 98 naik menjadi 123 jatah.
Meski secara umum program berjalan lancar, Ahmad Baihaqi memberikan catatan evaluasi terkait menu makanan. Menurutnya, variasi lauk menjadi faktor penentu semangat siswa dalam menyantap makanan yang disediakan.
"Kalau lauknya cocok, anak-anak aman saja. Hanya saja kalau lauknya telur, siswa kurang semangat. Bukan karena alergi, tapi sepertinya bosan karena dalam seminggu bisa sampai tiga kali menu telur," ungkapnya.
Ia menyarankan agar penyedia program lebih banyak memberikan variasi lauk yang lebih diminati generasi sekarang, seperti daging ayam. Selain itu, faktor rasa juga menjadi perhatian.
"Mungkin karena sasarannya anak-anak zaman sekarang, rasa yang terlalu hambar membuat mereka kurang berselera. Kalau ditambahkan sedikit sambal, saya yakin siswa akan jauh lebih semangat," tambahnya.
Dari sisi logistik, pihak sekolah mengapresiasi ketepatan waktu distribusi. Makanan biasanya sudah tiba di sekolah pada pukul 08.30 WITA, sehingga saat jam istirahat tiba, seluruh siswa sudah bisa langsung menikmati jatah mereka.
Untuk mengefisiensikan jadwal sekolah, khusus untuk jatah hari Sabtu yang berupa menu kering (roti, susu, telur, dan buah), pendistribusian dilakukan lebih awal pada hari Jumat.
"Harapan saya secara keseluruhan sudah sangat baik, hanya perlu perbaikan dan variasi pada menu saja agar tujuan pemenuhan gizi ini benar-benar maksimal diterima siswa," tutup Ahmad. MM
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....