BMKG: Pola Monsunal Bikin Hujan Sebatik Terasa Jarang
- 26 Jan 2026 18:45 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan – BMKG menjelaskan hujan jarang di Sebatik dipengaruhi pola musim. Kondisi tersebut masih tergolong normal secara klimatologis.
BMKG mengidentifikasi pola atmosfer di wilayah Kabupaten Nunukan. Pulau Sebatik termasuk dalam zona musim dengan karakteristik tertentu. Hal ini disampaikan Kepala Stasiun BMKG Kelas IV Nunukan, William Sinaga.
"Ya, jadi ini fenomena atau pola ini memang termasuk normal, jadi bukan tidak signifikan gitu, jadi memang Pulau Nunukan, Kabupaten Nunukan itu kan terbagi atas 4 zona musim, 1 zona musim itu ada di Pulau Sebatik, 1 zona musim itu ada di Pulau Nunukan, dan 2 zona musim ada di wilayah 3." katanya, Senin (26/01/2026).
Baca Juga: BMKG Pastikan Suhu Panas Nunukan Januari Masih Normal
| Baca juga: Prakiraan Cuaca Wilayah Kabupaten Nunukan |
Setiap zona musim memiliki karakter hujan yang berbeda sepanjang tahun. Pulau Sebatik dan Pulau Nunukan memiliki pola hujan yang serupa. Pola hujan di Sebatik dipengaruhi sistem angin musiman. Kondisi ini menyebabkan perbedaan periode hujan dan kemarau.
"Nah, untuk Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik itu polanya monsunal yang mempunyai 1 musim kemarau dan 1 musim hujan, jadi dalam 1 tahun itu kita ini di Pulau Sebatik dan Pulau Nunukan akan mengalami adanya musim kemarau dan musim hujan." ujarnya.
BMKG mencatat awal musim kemarau memiliki rentang waktu yang jelas. Periode tersebut terjadi pada awal tahun di wilayah Sebatik.
| Baca juga: Prakiraan Cuaca Wilayah Kabupaten Nunukan |
"Nah, kalau di wilayah 3 tadi itu tidak ada musim kemarau, jadi dia hujan sepanjang tahun, dilihat dari kategori hujannya, dan normalnya musim kemarau di Pulau Sebatik dan Pulau Nunukan ini di dasarian 3 Februari sampai dengan dasarian 2 Maret untuk normalnya, demikian Pak." katanya.
Penulis: Fery Herdiansyah
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....