Sambangi Nunukan, Menteri Besar Kelantan Menjajaki Peluang Kerjasama

  • 26 Jan 2026 13:25 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Menteri Besar Kelantan, Malaysia, Yang Amat Berhormat (YAB) Dato’ Panglima Perang Ustadz Dato’ H. Moh. Nassuruddin bin H. Daud bersama istri, Yang Amat Berbahagia (YABhg) Datin Nor Hanita binti Wan Yaacob, menyambangi Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu (SMAIT) Ibu Sina Kabupaten Nunukan. Kedatangannya membahas sejumlah hal, mulai dari pendidikan islam hingga peluang kerja sama.

Rombongan YAB Menteri Besar Kelantan yang berjumlah 17 orang tersebut tiba di SMAIT Ibu Sina Kabupaten Nunukan pada Sabtu (24/1/2026). Kedatangannya disambut langsung oleh Muhammad Nasir, S.Pi, MM, selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan Ibnu Sina sekaligus Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, yang memimpin prosesi penyambutan dan menyampaikan sambutan mewakili keluarga besar Yayasan Ibnu Sina.

Dalam sambutannya, Moh. Nassuruddin bin H. Daud menyampaikan kehadirannya ke Nunukan berawal dari kunjungan kerja beliau ke Kota Tawau, Sabah, Malaysia. Ia mengatakan, Pulau Nunukan merupakan salah satu wilayah perbatasan Indonesia yang letaknya sangat dekat dengan Malaysia.

Ia akhirnya melanjutkan lawatan silaturahmi ke Nunukan dan menyambangi lembaga pendidikan Islam yang dikelola oleh Yayasan Ibnu Sina. Terkait pandangannya terhadap Yayasan Ibnu Sina, Nassuruddin menyampaikan apresiasi dan ketertarikannya terhadap model pendidikan yang diterapkan.

Menurutnya, Yayasan Ibnu Sina telah menjalankan upaya mulia dalam Islam, yakni mengintegrasikan keilmuan intelektual (sains dan pengetahuan umum) dengan nilai-nilai spiritual dan ketuhanan, sehingga mampu membentuk manusia yang cerdas sekaligus berakhlak mulia. Kunjungan ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, serta diharapkan menjadi awal penguatan ukhuwah Islamiyah dan kolaborasi pendidikan lintas negara antara Indonesia dan Malaysia.

Dalam sambutannya, Ketua Dewan Pembina Yayasan Ibnu Sina Muhammad Nasir menjelaskan bahwa Yayasan Ibnu Sina saat ini membawahi beberapa satuan pendidikan, mulai dari Taman Penitipan Anak Islam Terpadu (TPAIT), Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu (TKIT), Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT), hingga Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu (SMAIT), dengan total peserta didik sekitar 1.200 siswa.

SMAIT Ibnu Sina kini memiliki 76 siswa yang mengikuti program Boarding School dan Full Day School. Nasir juga menyampaikan bahwa kondisi SMAIT Ibnu Sina masih memiliki keterbatasan, baik dari sisi jumlah peserta didik, ruang belajar, maupun sarana penunjang pendidikan. Namun demikian, keterbatasan tersebut tidak mengurangi semangat dan visi besar lembaga pendidikan tersebut.

“Secara fisik mungkin sekolah kami belum besar, fasilitas dan ruang belajar masih terbatas, namun kami memiliki cita-cita yang besar. Kami ingin melahirkan generasi yang kuat iman dan akhlaknya, cerdas secara intelektual, serta siap menjadi pemimpin umat, khususnya dari wilayah perbatasan seperti Nunukan,” ujar Muhammad Nasir melalui keterangan tertulis.

Muhammad Nasir menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta apresiasi YAB Menteri Besar Kelantan terhadap lembaga pendidikan di Kabupaten Nunukan. Ia berharap silaturahmi ini tidak berhenti pada kunjungan semata, tetapi dapat berlanjut dalam bentuk kerja sama konkret.

“Kami sangat berharap ke depan ada tindak lanjut, minimal dalam bentuk pertukaran pelajar, pertukaran pengalaman pendidikan, serta penguatan jejaring sekolah Islam antara Kelantan dan Nunukan,” ucapnya.

Turut mendampingi YAB Menteri Besar Kelantan dalam kunjungan ini antara lain Dato’ H. Abd. Rahman bin Yunus, H. Zuraidin bin Abdullah, Ustadz Ku M. Zaki bin Hussin, serta Razuan bin Awang Hamad selaku Pengarah Urus Setia Penerangan dan Komunikasi Negeri Kelantan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....