Petani Nunukan Terkendala Modal dan Akses Pasar

  • 07 Jan 2026 09:58 WIB
  •  Nunukan

KBRN, Nunukan: Petani sayur di Nunukan masih menghadapi kendala besar dalam pembiayaan dan pemasaran hasil panen. Biaya produksi tinggi serta keterbatasan akses pasar membuat keuntungan petani belum maksimal.

Selain harus berhadapan dengan kondisi alam yang menantang, petani juga dituntut memiliki modal besar untuk memenuhi kebutuhan produksi. Pengadaan air, peralatan pertanian, hingga mesin pompa menjadi komponen penting yang tidak bisa dihindari dalam proses budidaya.

“Jadi kita harus punya modal, ngebor, terus menggunakan mesin, penampung. Itu wajib. Itu sebuah kendala. Karena itu modal yang cukup besar. Terus masalah pasaran. Pasaran ini juga sampai saat ini, saya bilang saya masih menjual, tapi ada beberapa kendala yang saya hadapi seperti saya tidak bisa menjualnya sendiri, karena orang-orang lagi mempercayai orang-orang pasaran,” ucap petani sayur asal Nunukan, Yosefat. Rabu (07/01/2026).

Baca Juga: KTP Digital Belum Wajib di Nunukan

Menurut Yosefat, keterbatasan jaringan distribusi membuat sebagian petani harus menitipkan hasil panen kepada pedagang di pasar. Kondisi ini menyebabkan harga jual di tingkat petani tidak sebanding dengan biaya produksi yang dikeluarkan.

“Karena mereka mungkin sudah kenal, ataupun yang memang sering belanja di situ, atau menjadi langganan. Jadi saya masih mengoper ke para penjual-penjual, gimana keuntungan ataupun harga sayur-sayur tadi, saya tidak bisa terlampau tinggi,” ucap Yosefat.

Sejumlah petani di Nunukan kini berharap adanya dukungan pemerintah daerah dalam bentuk bantuan modal dan akses pemasaran. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat posisi petani lokal agar mampu bersaing dan meningkatkan pendapatan dari hasil pertanian hortikultura.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....