Jelang Nataru: Bupati Monitoring Harga Ikan Pasar Yamaker

  • 10 Des 2025 13:39 WIB
  •  Nunukan

KBRN, Nunukan: Jelang Natal dan Tahun Baru, Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, SE melakukan serangkaian monitoring atau sidak pasar TRADISIONAL di Kecamatan Nunukan. monitoring dilakukan untuk memastikan stabilitas harga bahan pokok menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat di akhir tahun.

Sidak dimulai sekitar pukul 10.00 WITA, dengan prioritas peninjauan ke pedagang di Pasar Inhutani dan Pasar Yamaker. Dalam kesempatan itu, Bupati Irwan menanyakan langsung perkembangan harga berbagai komoditas, terutama beras, telur, sayur mayur serta harga ikan yang menjadi perhatian khusus pemerintah daerah.

Monitoring di Pasar Yamaker difokuskan pada ketersediaan ikan lokal maupun ikan pelagis impor dari Tawau, Malaysia yang selama ini menjadi komoditas konsumtif masyarakat Nunukan. Bupati berdialog langsung dengan para pedagang untuk mendapatkan informasi riil kondisi harga di lapangan.

Salah satu pedagang ikan yang disambangi Bupati di Pasar Yamaker, Mirnawati menyampaikan bahwa harga ikan saat ini cenderung kurang stabil. Ia mengatakan beberapa komoditas mengalami kenaikan harga yang dipengaruhi juga oleh nilai tukar ringgit terhadap rupiah. “Harga ikan sekarang kurang stabil dan masih mahal,” jelasnya.

Baca Juga: Beruntung Dapat PIN Korpri Langsung dari Bupati Nunukan

Mirnawati menjelaskan bahwa harga ikan lokal seperti bandeng masih berada pada tingkat normal, yakni sekitar Rp35.000 per kilogram. Namun, harga ikan pelagis asal Tawau mengalami kenaikan signifikan menjadi Rp40.000 per kilogram dari sebelumnya Rp30.000 per kilogram.

Untuk jenis ikan lainnya seperti cakalang dan tuna, harga masih berada pada kisaran normal, sekitar Rp35.000 per kilogram. Para pedagang berharap stabilitas kurs ringgit segera membaik agar harga ikan pelagis yang diimpor dari Tawau tidak terus meningkat.

Usai peninjauan di area pasar ikan, Bupati Irwan Sabri melanjutkan monitoring ke sejumlah komoditas lain seperti beras, telur dan sayuran. Fokus utama tetap pada stabilitas harga bahan pokok yang rentan dipengaruhi faktor eksternal, terutama komoditas yang dipasok dari Sulawesi dan Tawau, Malaysia. MM


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....