Sanggar Imbayataka Siap Tampilkan Tari Ngidang Sumatra

  • 07 Okt 2025 11:48 WIB
  •  Nunukan

KBRN, Nunukan: Menyambut Lomba Tari Tradisional Nusantara yang digelar di GOR Dwikora Nunukan pada Rabu malam (08/10/2025), berbagai sanggar mulai mematangkan persiapan. Salah satunya Sanggar Tari Imbayataka yang akan menampilkan Tari Ngidang, tarian khas dari Sumatra.

Salah satu peserta dari Sanggar Imbayataka, Nursafira mengatakan hasil teknical meeting (TM) yang digelar di GOR Dwikora berjalan cukup jelas dan terarah. Namun, ia mengakui masih ada beberapa peserta yang menanyakan detail teknis, terutama soal pembacaan sinopsis dan penempatan tribun bagi peserta.

“Saya rasa semua jelas, walaupun ada yang masih kurang mengerti maksudnya, terutama dalam peraturan yang dipakai. Tadi sempat ditanyakan juga soal pembacaan sinopsis dan bagian tribun tempat berkumpul,” ujar Nursafira kepada wartawan RRI Nunukan.

Baca Juga: Festival Kebudayaan Dorong Generasi Muda Lestarikan Warisan Budaya

Fira menjelaskan, timnya beranggotakan lima penari yang berencana menampilkan Tari Ngidang, dengan konsep duduk lesehan di atas kain, menggambarkan kebersamaan dalam suasana makan bersama. “Kami ingin menampilkan warna baru, tidak melulu tarian Melayu atau Jepen saja,” ujarnya.

Baca Juga: MTS Al Iklas Nunukan Tampil Perdana di Lukiwol

Menurut Fira, lomba tari Nusantara kali ini menjadi kesempatan bagi para penari muda untuk memperkaya keterampilan dan memperluas wawasan tentang tarian Nusantara. Ia mengaku, sanggar mereka tidak selalu rutin berlatih karena kesibukan anggota, namun tetap menjaga semangat dengan latihan dua hingga tiga kali dalam sebulan.

Sanggar Tari Imbayataka beralamat di Jalan Rambutan, depan lapangan bola voli Nunukan. Saat ini sanggar memiliki delapan penari aktif, sementara beberapa senior sudah sibuk mengajar tari di sekolah-sekolah.

Fira juga mengingat kembali pengalaman terakhirnya tampil di Balai Adat Binusan, membawakan Tari Jepen Tidung dalam pagelaran budaya yang digelar Politeknik Negeri Nunukan beberapa waktu lalu.

Ia berharap kegiatan lomba tari dapat digelar secara rutin.“Agar kekompakan antarpenari tetap terjaga dan bisa merekrut penari baru. Seni tari di Nunukan harus terus ada, terutama untuk mengisi berbagai kegiatan dan event daerah,” ucapnya. MM

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....