Keanekaragaman Jenis Ikan di Perairan Nunukan

  • 15 Agt 2025 13:57 WIB
  •  Nunukan

KBRN Nunukan : Kabupaten Nunukan merupakan wilayah strategis yang berada di perbatasan Indonesia-Malaysia dan memiliki potensi kelautan serta perikanan yang sangat besar. Baik perairan laut maupun sungai di wilayah ini menjadi rumah bagi berbagai jenis ikan konsumsi, ekspor, hingga ikan endemik yang menjadi identitas budaya lokal.

1. Ikan Laut Favorit: Dari Layang hingga Kerapu

Perairan laut di sekitar Nunukan kaya akan berbagai jenis ikan pelagis dan demersal yang menjadi konsumsi utama masyarakat dan komoditas pasar.

“Ikan layang, bandeng, dan cakalang adalah beberapa jenis ikan yang paling sering dikonsumsi masyarakat Nunukan. Namun sebagian besar pasokannya berasal dari Tawau, Malaysia,”

ujar Kepala Dinas Perikanan Nunukan dalam wawancara dengan Antara Kaltim (2024).

Selain itu, ikan merah dan kerapu juga banyak ditangkap oleh nelayan lokal dan sering diekspor ke Malaysia karena memiliki nilai jual tinggi.

“Kerapu dan ikan merah hasil tangkapan nelayan kita dikirim ke pasar Tawau karena harga di sana lebih tinggi,”

jelas seorang pedagang ikan di Pelabuhan Tunon Taka kepada (2024).

2. Ikan Sungai Khas Lokal: Pelian, Harta Bernilai dari Pedalaman

Bukan hanya lautnya, perairan sungai di wilayah pegunungan Krayan di Nunukan juga kaya akan ikan khas. Salah satu yang paling terkenal adalah ikan Pelian, atau oleh masyarakat Dayak disebut Lawid Luang.

“Ikan Pelian adalah spesies endemik yang hidup di sungai-sungai bersuhu dingin di Krayan. Ikan ini tidak hanya bernilai ekonomis, tetapi juga memiliki makna budaya,”

ungkap Dr. Joni Pelipus, peneliti perikanan lokal dari Universitas Borneo Tarakan (JFMR Journal, 2023).

Ikan ini biasanya dimasak dalam kuah bening khas Dayak atau diasap untuk bertahan lebih lama.

3. Budidaya Perikanan: Rumput Laut dan Ikan Nila Paling Diminati

Nunukan juga dikenal sebagai salah satu produsen rumput laut terbesar di Indonesia. Budidaya ikan air tawar seperti nila dan ikan mas juga berkembang, terutama di daerah Sebatik dan Sebuku.

“Rumput laut menyumbang lebih dari 60% produksi perikanan budidaya di Nunukan. Selain itu, ikan nila mulai dikembangkan secara intensif untuk konsumsi lokal,”

tulis laporan dari Journal of Fisheries and Marine Research (2023).

4. Hasil Tangkapan Unik: Pari Raksasa dari Muara Lancang

Pada Oktober 2024, dua ekor ikan pari raksasa tertangkap di perairan Muara Lancang, Nunukan. Penangkapan ini menjadi sorotan media nasional.

Ikan ini kemudian dibagikan ke masyarakat sekitar karena tidak dapat dijual secara komersial.

5. Perdagangan dan Ketergantungan Eksternal

Kondisi cuaca ekstrem sering kali menyebabkan kelangkaan ikan di pasar lokal. Hal ini mendorong ketergantungan terhadap impor dari Tawau.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....