Wakil Sekretaris MUI Nunukan Ajak Takbiran Khusyuk
- 20 Mar 2026 06:18 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Malam takbiran dimaknai sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT. Perayaan diharapkan tetap khusyuk dan tidak berlebihan.
Wakil Sekretaris Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Nunukan, Anam Azhari, menyampaikan pesan itu saat diwawancarai RRI Nunukan. Ia menegaskan, takbiran merupakan ungkapan syukur atas selesainya ibadah Ramadan sekaligus momentum untuk memperbanyak zikir dan pujian kepada Allah SWT.
“Jadi takbiran itu adalah sebagai bentuk mengagungkan kita juga kepada Allah SWT. Sehingga dengan membaca takdir. Rasulullah SAW itu memberikan petunjuk kepada kita. Orang yang berpuasa itu dia memiliki dua kesenangan, kegembiraan.” katanya. Jumat (20/03/2026)
Ia menjelaskan takbiran menjadi simbol kemenangan umat Islam. Kemenangan itu diraih setelah sebulan menahan diri dan meningkatkan ibadah.
Momentum tersebut, menurutnya, harus diisi dengan zikir dan pujian. Bukan dengan aktivitas yang melalaikan nilai spiritual malam Idul Fitri.
“Yang pertama, kesenangan pertama bagi orang-orang yang berpuasa adalah ketika dia berlebaran. Nah maka sebagai bentuk kegembiraan, sebagai bentuk senangnya umat Islam setelah selama satu bulan berpuasa dan meningkatkan ibadah selama di bulan suci ramadan , maka bentuk kegembiraannya adalah dengan apa? yaitu bertakbir kepada Allah atas apa yang sudah Allah berikan petunjuk kepada mereka.” ujarnya.
Ia menambahkan, kalimat takbir merupakan wujud syukur dan pengagungan. Umat Islam diajak menjaga suasana tetap tertib dan penuh makna.
“Dengan kalimat-kalimat takdir, dengan kalimat-kalimat pujian kepada Allah SWT sebagai wujud senangnya ini. Sehingga karena senangnya itu memuji kepada Allah, mengagungkan kepada Allah.” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....