Masyarakat Perlu Bijak Mengisi Kegiatan Malam Takbiran
- 19 Mar 2026 17:05 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Fenomena masjid dadakan yang marak saat malam takbiran kembali menjadi perhatian masyarakat, terutama ketika kegiatan yang dilakukan tidak hanya berisi lantunan takbir, tetapi juga diwarnai hiburan yang cukup dominan. Hal ini memunculkan pertanyaan terkait nilai ibadah dari aktivitas tersebut.
Dalam program TAULADAN (Tanya Ustadz di Bulan Ramadhan) yang disiarkan RRI Pro 2 Nunukan, isu ini dibahas bersama narasumber Ustadz Hasanudin. Presenter menanyakan secara langsung mengenai hukum dan nilai pahala jika kegiatan di masjid dadakan lebih banyak diisi hiburan dibandingkan ibadah.
Menanggapi hal tersebut, Ustadz Hasanudin menjelaskan bahwa nilai pahala sangat bergantung pada niat dan isi kegiatan yang dilakukan. “Kalau dominannya hiburan dan melalaikan dari mengingat Allah, maka nilai ibadahnya tentu berkurang, bahkan bisa tidak bernilai pahala jika keluar dari tujuan utama takbiran,” ucapnya kamis ( 19/3/2026 ).
Ia menambahkan bahwa takbiran sejatinya adalah syiar untuk mengagungkan Allah SWT, sehingga kegiatan yang menyertainya harus tetap berada dalam koridor ibadah. Hiburan diperbolehkan selama tidak berlebihan dan tidak menghilangkan kekhusyukan serta tujuan utama dari malam takbiran.
Melalui siaran tersebut, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam mengisi kegiatan malam takbiran. Program TAULADAN RRI Pro 2 Nunukan diharapkan mampu memberikan pemahaman yang seimbang antara tradisi dan nilai-nilai ibadah selama bulan Ramadhan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....