Pelita Magong, Tradisi Suku Tidung Sambut Idulfitri

  • 30 Mar 2025 13:37 WIB
  •  Nunukan

KBRN, Nunukan: Warga suku Tidung di Desa Binusan, Kecamatan Nunukan, menggelar tradisi unik dalam menyambut Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah, yaitu Lomba Pelita Magong. Tradisi ini dilakukan dengan menyalakan pelita dari bambu yang diisi minyak tanah, sehingga memberikan cahaya yang menerangi jalanan desa pada malam lebaran.

Pelita Magong, yang menjadi simbol rasa syukur atas keberhasilan menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadan, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat suku Tidung. Ketua Lembaga Adat Tidung Kabupaten Nunukan, H. Sura’i, menjelaskan tradisi ini sudah dilaksanakan turun-temurun tanpa perintah khusus. Setiap warga menyalakan pelita magong di halaman rumah mereka.

“Penyalaan pelita magong ini menjadi bentuk rasa syukur karena telah menyelesaikan ibadah puasa dan menjalani bulan suci Ramadan,” kata H. Sura’i saat meninjau tradisi tersebut pada Sabtu (29/3/2025).

Lomba pelita magong dimulai usai buka puasa hingga waktu salat Isya. Kemudian panitia dengan sigap menilai keindahan pelita yang dihias di sepanjang tiga kilometer jalan desa. Penilaian ini dilakukan untuk mendorong kreativitas warga dalam menghias pelita magong, dengan harapan tradisi ini semakin berkembang.

“Pelita magong yang terpanjang mencapai tiga kilometer, dan kami berharap agar setiap tahun warga semakin kreatif dalam menghias pelita magong. Kami juga akan mengumumkan pemenang lomba pada hari raya Idulfitri nanti,” tambah H. Sura’i.

Tradisi ini tidak hanya menjadi ajang kreativitas, tetapi juga menggambarkan kekuatan ikatan sosial dan budaya masyarakat Tidung yang terus melestarikan warisan leluhur mereka dengan penuh kebanggaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....