DPRD Nunukan Soroti Sistem Antrian Pembagian Sembako
- 17 Des 2025 13:49 WIB
- Nunukan
KBRN, Nunukan: Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Nunukan, Andi Fajrul Syam menyoroti mekanisme pembagian bantuan sembako yang dinilai masih menimbulkan kepadatan antrian dan belum ramah bagi kelompok rentan seperti lanjut usia (lansia) dan ibu hamil.
Dalam monitoring hari ketiga penyaluran bantuan, Andi Fajrul melihat langsung kondisi antrian yang padat dan berdesakan. Banyak warga lansia terpaksa berdiri lama di ruangan panas yang berpotensi memicu kelelahan fisik maupun tekanan emosional.
“Saya melihat banyak warga yang hadir sudah berusia lanjut dan harus mengantri berdesakan. Ini sangat memprihatinkan. Ke depan perlu formula baru, misalnya bantuan diantarkan langsung ke lansia atau dititipkan melalui kelurahan,” ujarnya. Rabu (17/12/2025).
Baca Juga: Warga Minta Dinas Sosial Perketat Verifikasi Penerima Bansos
Ia juga meminta perhatian khusus bagi ibu hamil yang ikut melakukan antrian. Mekanisme pembagian harus dibuat lebih sederhana agar warga tidak meninggalkan pekerjaan sehari-hari hanya untuk mendapatkan bantuan.
Pekerja rumput laut (pabettang) bisa kehilangan penghasilan hingga Rp200 ribu per hari karena harus melakukan mengantri. Bahkan yang lebih disayangkan ada warga yang sudah menunggu lama namun tidak kebagian bantuan.
Sebagai solusi, Andi Fajrul mengusulkan agar distribusi bantuan ke depan dipercayakan kepada masing-masing ketua RT sebagai koordinator pembagian di wilayahnya. Penyaluran dilakukan dengan dokumentasi penerima dan pertanggungjawaban berada di tingkat RT.
“Kalau diserahkan ke RT, warga tidak perlu lagi mengantri berdesakan seperti saat ini. Distribusi bisa lebih tertib dan lebih manusiawi,” ucapnya. MM
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....