Dukungan Akademisi Nasional, Transmigrasi Jadi Pusat Ekonomi Baru

  • 18 Sep 2025 14:02 WIB
  •  Nunukan

KBRN, Nunukan: Kolaborasi Kementerian Transmigrasi RI dengan sejumlah perguruan tinggi terkemuka semakin memperkuat arah pembangunan kawasan transmigrasi, termasuk di Kabupaten Nunukan. Melalui Tim Ekspedisi Patriot (TEP), pendekatan akademis diterapkan untuk menggali potensi unggulan sekaligus merumuskan strategi pengembangan wilayah perbatasan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Ahmad Rifki Nurfebriansyah, anggota TEP di Nunukan, menjelaskan bahwa program ini melibatkan perguruan tinggi seperti Universitas Padjadjaran, Universitas Indonesia, IPB University, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Menurutnya, kehadiran akademisi akan memberikan pandangan komprehensif untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih tepat sasaran.

“Kolaborasi ini merupakan langkah nyata agar transmigrasi dipandang dari perspektif berbeda. Tidak hanya sebagai perpindahan penduduk, tetapi juga sebagai pusat ekonomi baru. Dengan potensi yang ada, transmigrasi bisa menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi di perbatasan,” ujar Ahmad, Rabu (17/9/2025).

Baca Juga: Tim Ekspedisi Patriot, Petakan Potensi Kawasan Transmigrasi Nunukan

TEP Gali Potensi Unggulan Nunukan

Program TEP juga menjadi bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Salah satu poin pentingnya adalah mempercepat pembangunan ekonomi merata dengan memanfaatkan potensi daerah. Tim yang diterjunkan di 154 lokasi transmigrasi bertugas memetakan komoditi unggulan, merancang strategi investasi, dan memberikan rekomendasi bagi pemerintah pusat serta daerah.

Secara nasional, TEP telah menyoroti sejumlah isu penting, termasuk keterbatasan infrastruktur di kawasan transmigrasi dan masalah lahan. Namun, di sisi lain, banyak daerah menunjukkan potensi besar untuk dikembangkan. Contohnya di Sumatera Barat, lebih dari 75 persen kawasan transmigrasi terisi oleh perkebunan sawit dan karet yang berdaya saing tinggi.

Untuk mendukung keberlanjutan program ini, pemerintah juga menyiapkan Beasiswa Patriot mulai tahun 2026. Beasiswa ini diberikan kepada akademisi dan mahasiswa yang ingin fokus pada pengembangan transmigrasi. Anggaran awal program TEP sendiri mencapai Rp176 miliar, dengan tambahan ratusan miliar rupiah untuk program lanjutan transmigrasi berbasis riset.

Dengan kombinasi akademisi, pemerintah, dan masyarakat, program ini diharapkan mampu mengubah wajah transmigrasi Indonesia. Bukan hanya pemindahan penduduk, tetapi juga penggerak ekonomi baru yang membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan, dan memperkuat wilayah perbatasan seperti Nunukan.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....