Kementerian Transmigrasi Turunkan Tim Patriot Evaluasi Kawasan Nunukan
- 18 Sep 2025 13:53 WIB
- Nunukan
KBRN, Nunukan: Tim Ekspedisi Patriot (TEP) dari Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia (RI) mulai melakukan pemetaan dan evaluasi kawasan transmigrasi di Kabupaten Nunukan. Dua tim dari Universitas Padjadjaran dan Institut Teknologi Bandung ditugaskan untuk menggali potensi lokal sekaligus mengembangkan komoditi unggulan daerah. Tujuannya adalah menumbuhkan pusat ekonomi baru di kawasan transmigrasi.
Anggota Tim Ekspedisi Patriot di Kabupaten Nunukan, Ahmad Rifki Nurfebriansyah, mengatakan kegiatan lapangan ini berlangsung selama kurang lebih empat bulan. Fokus utama mereka adalah pemetaan, evaluasi, dan pendalaman potensi komoditi unggulan di kawasan transmigrasi. Hasil kegiatan tersebut akan menjadi dasar rekomendasi kebijakan pemerintah pusat dalam mempercepat pemerataan ekonomi di wilayah perbatasan.
“Kami akan melakukan pemetaan dan evaluasi kawasan transmigrasi, serta menggali potensi komoditi unggulan yang ada. Harapannya, dengan adanya evaluasi ini bisa menjadi akselerasi bagi Kementerian Transmigrasi dalam merumuskan kebijakan tepat guna pemerataan dan pertumbuhan ekonomi,” ujar Ahmad Rifki, Rabu (17/9/2025).
Baca Juga: Tim Ekspedisi Patriot, Petakan Potensi Kawasan Transmigrasi Nunukan
Gali Potensi dan Kembangkan Komoditi Unggulan
Program Ekspedisi Patriot merupakan bagian dari kebijakan baru Kementerian Transmigrasi yang tidak hanya menempatkan transmigrasi sebagai perpindahan penduduk. Lebih dari itu, transmigrasi diarahkan untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal. “Salah satu tujuan utama yang diamanahkan presiden adalah agar transmigrasi memiliki perspektif berbeda, tidak sekadar perpindahan, tetapi juga menumbuhkan pusat ekonomi baru,” ucap Ahmad.
Secara nasional, program ini melibatkan 2.000 peneliti dan akademisi dari tujuh perguruan tinggi terkemuka. Mereka tersebar di 154 titik kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia. Dari Aceh hingga Papua, tim di lapangan ditugaskan untuk memetakan potensi unggulan daerah, mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan, hingga pariwisata.
Data Kementerian Transmigrasi mencatat, program ini juga telah menemukan tantangan di sejumlah wilayah, seperti persoalan lahan dan infrastruktur yang belum memadai. Namun, di beberapa lokasi seperti Sumatera Barat, potensi unggulan berupa sawit dan karet terbukti sangat besar dan siap dikembangkan. Temuan serupa diharapkan juga muncul dari Kabupaten Nunukan.
Dengan kehadiran TEP, pemerintah berharap rekomendasi konkret dapat dirumuskan sebagai strategi pengembangan kawasan transmigrasi. Rekomendasi tersebut nantinya digunakan sebagai acuan kebijakan pusat maupun daerah dalam mendukung pembangunan berbasis potensi lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....