Pari Gergaji Yang Dianggap Hiu Gergaji
- 28 Sep 2025 13:33 WIB
- Nunukan
KBRN, Nunukan : Pari gergaji, atau juga dikenal sebagai ikan gergaji (sawfish), adalah salah satu ikan laut yang paling unik dan karismatik, meskipun secara taksonomi ia sebenarnya termasuk dalam kelompok ikan pari (Superordo Batoidea) dan bukan hiu. Ciri khas utama dan yang paling mencolok dari ikan ini adalah rostrum atau moncongnya yang memanjang, pipih, dan dikelilingi oleh deretan gigi tajam di kedua sisinya, sehingga menyerupai gergaji. Moncong yang menakjubkan ini dapat mencapai sepertiga dari total panjang tubuhnya dan menjadikan mereka mudah dibedakan dari spesies laut lainnya.
Meskipun disebut ikan gergaji, sering terjadi kekeliruan antara pari gergaji dan hiu gergaji (sawshark), terutama karena kemiripan moncongnya. Namun, keduanya memiliki perbedaan spesifik: pari gergaji memiliki celah insang yang terletak di bagian bawah kepalanya, sama seperti ikan pari pada umumnya, dan bentuk tubuhnya cenderung pipih dan memanjang. Sebaliknya, hiu gergaji memiliki celah insang di sisi tubuhnya dan memiliki sungut panjang di tengah moncongnya. Secara ukuran, pari gergaji adalah salah satu ikan terbesar, dengan beberapa spesies dapat tumbuh hingga panjang sekitar 7 hingga 7,6 meter.
Pari gergaji memiliki sebaran yang luas di perairan tropis dan subtropis di seluruh dunia. Mereka biasanya mendiami perairan pantai yang dangkal dan hangat, sering kali berlumpur atau keruh. Hal yang paling menarik dari pari gergaji adalah toleransi mereka yang luar biasa terhadap salinitas air. Mereka adalah spesies euryhaline, yang berarti mereka dapat hidup dengan baik di air laut, air payau di estuari, dan bahkan beberapa spesies diketahui menghabiskan sebagian besar hidupnya di air tawar, seperti di sungai dan danau pedalaman. Adaptasi yang unik ini memungkinkan mereka untuk menjelajah berbagai jenis lingkungan perairan.
Moncong gergaji bukan hanya sekadar ornamen; ia adalah organ sensorik dan alat berburu yang sangat efektif. Rostrum dilengkapi dengan organ khusus yang dapat mendeteksi medan listrik lemah yang dipancarkan oleh mangsa yang tersembunyi di dasar laut, seperti ikan kecil dan krustasea. Dalam berburu, pari gergaji akan mengayunkan atau menyabetkan moncongnya dari satu sisi ke sisi lain untuk melumpuhkan atau memotong mangsanya. Selain itu, moncong tersebut juga berfungsi sebagai alat pertahanan diri yang ampuh melawan predator.
Sayangnya, semua spesies pari gergaji di seluruh dunia menghadapi ancaman besar dan kini diklasifikasikan sebagai spesies terancam punah (Endangered) atau sangat terancam punah (Critically Endangered) oleh IUCN. Populasi mereka menurun drastis karena beberapa faktor utama. Penangkapan yang tidak disengaja (tangkapan sampingan) adalah masalah besar, di mana moncong mereka yang bergerigi membuatnya mudah tersangkut di jaring atau pukat nelayan. Selain itu, kehilangan dan degradasi habitat, terutama ekosistem hutan bakau dan estuari yang menjadi tempat berkembang biak mereka, juga turut mempercepat penurunan jumlah mereka. Oleh karena itu, pari gergaji adalah spesies yang dilindungi penuh di banyak negara, termasuk Indonesia, dan upaya konservasi mendesak sangat diperlukan untuk menyelamatkan ikan purba yang luar biasa ini dari kepunahan.(lautsehat.id)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....