Jepa Inovasi Pangan Masyarakat Mandar Secara Turun Temurun

  • 28 Jun 2026 04:49 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan – Jepa, ada yang menyebutnya piza khas suku Mandar, ada pula yang menyebutnya sebagai roti pipih. Meski bentuknya sederhana,makanan khas tradisional masyarakat suku Mandar di Sulawesi Barat, memiliki aroma khas yang mampu membangkitkan selera.

Suku Mandar, salah satu suku di Nusantara, memiliki beragam hidangan menarik. Salah satu hidangan yang paling digemari dan bertahan hingga kini adalah Jepa atau “Biasa Dieja Yepa”. Meski terbuat dari bahan-bahan sederhana seperti singkong dan kelapa, jepa tetap menjadi primadona di tengah gempuran arus modernisasi.

Ada beberapa teori yang beredar tentang asal-usul makanan ini. Dahulu kala, ketika kekeringan dan kelaparan melanda beberapa wilayah di tanah Mandar, warga setempat kesulitan mendapatkan bahan pangan seperti beras. Pada masa itu, beras hanya dapat diakses oleh keluarga kerajaan, sehingga masyarakat mulai beralih ke bahan makanan lain.

Baca Juga: Dulu Es Cream Barang Mewah yang Eksklusif

Suku Mandar, yang mayoritas mendiami wilayah pesisir, menemukan singkong, sebuah sumber karbohidrat yang mampu tumbuh subur bahkan di tanah yang kurang subur. Maka, warga pun mulai mengolah singkong dan memadukannya dengan kelapa yang pohonnya juga melimpah di wilayah pesisir Mandar. Hasil olahan tersebut melahirkan jepa, yang akhirnya menjadi makanan pokok masyarakat suku Mandar.

Jepa memiliki rasa gurih yang khas. Setelah matang, jepa yang dimasak di atas piring tanah liat bisa langsung dinikmati selagi hangat. Untuk menambah cita rasa, jepa sering disantap bersama bau peapi, makanan laut khas Mandar yang terbuat dari olahan ikan.

Jepa merupakan inovasi pangan masyarakat Mandar yang diwariskan secara turun-temurun. Selain menjadi makanan sehari-hari, jepa juga menjadi hidangan istimewa dalam upacara adat dan ritual tradisional Mandar.

(Sumber: Indonesiakaya.com)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....